Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Sumardji Curhat soal Gagalnya Timnas U-22 di SEA Games 2025: “Paling Sulit dan Tidak Masuk Akal”

Hakam Alghivari • Rabu, 17 Desember 2025 | 15:55 WIB
Ketua Badan Tim Nasional (BTN) mengungkapkan sampai saat ini belum ada respon dari AFC terkait protes wasit Indonesia vs Arab Saudi.
Ketua Badan Tim Nasional (BTN) mengungkapkan sampai saat ini belum ada respon dari AFC terkait protes wasit Indonesia vs Arab Saudi.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Kegagalan Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2025 masih menyisakan tanda tanya besar.

Mantan Manajer Tim Nasional Indonesia, Sumardji, secara terbuka mengungkapkan keheranannya atas hasil yang dinilai jauh dari ekspektasi, meski persiapan tim disebut sebagai salah satu yang paling matang sepanjang keterlibatannya di ajang regional tersebut.

Dalam wawancara yang dilansir Goal Indonesia, Sumardji blak-blakan menyebut SEA Games 2025 sebagai pengalaman tersulit selama membawa tim nasional Indonesia.

“Kalau ditanya sebenarnya apa? Saya sendiri jujur saja ini saya blak-blakan saja, kalau ngomong itu apa adanya. Saya jujur saja bawa tim paling sulit, paling susah, dan menurut saya yang paling tidak masuk akal, ya baru kali ini di SEA Games ini,” ujar Sumardji.

Persiapan Dinilai Lebih Matang dari Edisi Sebelumnya

Sumardji menegaskan, kegagalan tersebut tidak bisa semata-mata dikaitkan dengan kurangnya persiapan. Justru, menurutnya, dari sisi teknis dan nonteknis, Timnas U-22 mendapatkan dukungan yang jauh lebih baik dibanding edisi SEA Games sebelumnya.

Ia mencontohkan pemilihan lawan uji coba internasional yang dinilai berkualitas dan relevan untuk mengukur kesiapan tim.

“Dari sisi persiapan, itu jauh lebih matang kalau menurut saya. BTN mencarikan lawan yang boleh dikatakan kualitasnya lebih baik. Kita pilih Mali, India, sudah kita persiapkan,” ungkapnya.

Tak hanya itu, faktor nonteknis seperti fasilitas selama pemusatan latihan dan pertandingan juga disebut telah dipersiapkan secara optimal, termasuk akomodasi di Chiangmai.

“Selanjutnya di Chiangmai pun berkaitan dengan fasilitas hotel dan lain-lain itu juga kita persiapkan dengan baik,” tambahnya.

Kualitas Pemain Dinilai Mumpuni, Target Minimal Final

Yang membuat Sumardji semakin heran, kualitas pemain yang dibawa ke SEA Games 2025 dinilainya berada di atas rata-rata. Bahkan, untuk pertama kalinya, pemain diaspora turut memperkuat skuad Indonesia di ajang tersebut.

“Yang saya juga heran kualitas para pemain yang kita bawa ini luar biasa. Yang dulu-dulu boleh dikatakan diaspora tidak turut serta di SEA Games, sekarang ini ikut. Kurang apa coba kami mempersiapkan itu semua,” katanya.

Dengan komposisi tersebut, Sumardji mengaku sejak awal memiliki keyakinan besar terhadap peluang Indonesia.

“Dalam hati dan feeling saya di awal mestinya harusnya baik, paling tidak bisa final,” tegasnya.

Kekalahan dari Filipina dan Myanmar Jadi Sorotan

Realitas di lapangan justru berjalan di luar dugaan. Sumardji bahkan mengaku terkejut dengan hasil pertandingan, terutama saat Indonesia kalah dari Filipina dan Myanmar—dua lawan yang sebelumnya kerap bisa diatasi.

Ia mengingat momen viral ketika dirinya terlihat termenung di tribun sebagai cerminan keterkejutannya atas performa tim.

“Makanya ketika lihat hasilnya, saya bingung juga. Saya enggak tahu waktu itu ada viral saya yang termenung. Saya terkaget-kaget, memang menurut saya ini aneh,” ujarnya.

Kekalahan dari Filipina menjadi sorotan khusus, mengingat rekam jejak Sumardji yang mengaku belum pernah kalah dari negara tersebut di level Asia Tenggara.

“Kalau di Asia Tenggara, saya belum pernah kalah lawan Filipina,” kata dia.

Sementara saat menghadapi Myanmar, Sumardji menilai Indonesia seharusnya mampu meraih kemenangan meyakinkan.

“Padahal menurut saya, lawan Myanmar kita bisa clean sheet, dan kita bisa cetak gol lebih dari tiga. Tapi faktanya, kita kebobolan dulu,” tuturnya.

Ia pun meminta publik melihat data statistik pertandingan sebagai bahan evaluasi objektif atas apa yang terjadi di lapangan. (kam/bgs) 

Editor : Hakam Alghivari
#SEA Games 2025 #Kegagalan #janggal #timnas u22 #sumardji