Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Kembali Berkonflik dengan Thailand, Kamboja Resmi Nyatakan Undur Diri dari SEA Games 2025

Yuan Edo Ramadhana • Kamis, 11 Desember 2025 | 01:11 WIB
(Dok. Straits Times)
(Dok. Straits Times)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Berbagai negara wilayah Asia Tenggara saat ini sedang bertarung demi harga diri negara di ajang olimpiade SEA Games 2025, yang berlangsung di Thailand. Namun di ujung utara Thailand, dua negara juga terpaksa bertarung secara harfiah dalam konflik bersenjata.

Setelah sebelumnya saling serang pada pertengahan tahun 2025, Thailand dan Kamboja kembali berseteru dan saling serang di perbatasan kedua negara tersebut. Menurut NBC, Thailand mengklaim salah satu tentara mereka meninggal setelah ditembak oleh pasukan Kamboja di wilayah Ubon Ratchathani, sementara Kamboja membalas tuduhan dengan dalih Thailand melakukan provokasi terlebih dulu, termasuk dengan menembakkan roket ke seberang perbatasan.

Tentu, berada di negara lawan sendiri di tengah konflik membuat para atlet asal Kamboja tidak nyaman berada di Thailand. Sehingga pada Rabu pagi (10/12) mereka menyatakan undur diri dari gelaran SEA Games, namun keputusan mundur baru direstui pada sore hari oleh panitia setempat.

“Menimbang keadaan saat ini dan permintaan keluarga atlet agar segera kembali pulang, kami menyatakan mengundurkan diri seluruh atlet kami, serta segera mengatur kepulangan mereka untuk alasan keamanan,” jelas Ketua Komite Olimpiade Kamboja (NOCC), Vath Chamroeun dalam pernyataan undur diri tersebut sebagaimana dikutip dari Bernama.

CEO Panitia SEA Games 2025, Chaiyapak Siriwat mengkonfirmasi mundurnya Kamboja dan membolehkan mereka pulang. Namun dirinya juga menambahkan bahwa panitia tidak dapat serta-merta mengambil keputusan tersebut, karena itu mereka baru dapat mengumumkan pengunduran diri pada sore hari.

“Pada Rabu dinihari perwakilan NOCC mengabari kami bahwa mereka terpaksa undur diri untuk mematuhi peringatan dari pemerintahan Kamboja tentang keamanan mereka. Namun kami memiliki badan arbitrase untuk mengambil keputusan dan menyampaikannya pada badan-badan olahraga Asia Tenggara,” jelas Siriwat pada Rabu sore.

Menurut Siriwat sendiri, dengan mundurnya Kamboja pasca pembukaan resmi SEA Games pada Selasa (9/12), hanya cabang olahraga (cabor) karate yang bakal mengalami perubahan struktur kompetisi. “Dengan hanya tiga negara tersisa dalam dua nomor dalam cabor tersebut, kejuaraan tetap berlangsung, namun hanya menghadiahkan medali emas dan perak,” tambah Siriwat.

Menurut Bernama, sedianya Kamboja bakal berpartisipasi dalam 21 dari 50 cabor yang dilombakan dalam SEA Games 2025. Namun karena alasan keamanan, jumlah tersebut berkurang menjadi 13 cabor. Sepak bola putra dan putri termasuk salah satu cabor yang batal berangkat ke Thailand akibat pertimbanagn tersebut.

Saat ini, konflik perbatasan Thailand-Kamboja telah memakan korban jiwa sebanyak 11 orang, baik militer maupun sipil. Jumlah tersebut melengkapi total  setidaknya 48 korban meninggal dari awal mula konflik pertama pada Juli lalu, yang diselesaikan melalui kesepakatan damai bersama PM Malaysia, Anwar Ibrahim dan Presiden AS, Donald Trump. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#SEA Games 2025 #Sepak Bola #konflik #asia #sea games #Undur Diri #karate #thailand #asia tenggara #konflik perbatasan #keamanan #atlet #kamboja