Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Gervane Kastaneer Bawa Curacao Lolos Ke Piala Dunia 2026, Persib Bandung dan Persis Solo Bisa Kecipratan Banyak Uang Jika Dipanggil Tahun Depan

Yuan Edo Ramadhana • Jumat, 21 November 2025 | 03:26 WIB
(Dok. Persis Solo)
(Dok. Persis Solo)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Curacao mencatatkan sejarah dengan lolos ke Piala Dunia 2026 untuk pertama kali, sekaligus menjadi negara terkecil yang lolos ke Piala Dunia pada Rabu (19/11). Meskipun absen pada pertandingan tersebut, bintang BRI Super League asal negara tersebut, gervane Kastaneer punya banyak andil membawa Curacao mengamankan tiket ke Amerika Serikat.

Namun tidak hanya Curacao saja yang dapat menikmati hasil tersebut, dua klub peserta Super League, Persib Bandung dan Persis Solo, juga dapat kecipratan rejeki dari penampilan Gervane. Syaratnya, mereka harus segera mendaftar ke dalam program FIFA Club Benefits Programme (CBP), dan bersedia jika Gervane dipanggil membela Timnas Curacao tahun depan.

Program CBP, yang digagas sejak Piala Dunia 2022 lalu, diciptakan sebagai insentif bagi klub untuk mengizinkan pemain mereka memenuhi panggilan negara. Insentif tersebut berupa uang kompensasi dengan jumlah sesuai sejauh mana negara asal pemain berkiprah di Piala Dunia.

“Kesuksesan penyelenggaraan turnamen dan pretasi timnas banyak bergantung pada kesukarelaan klub untuk melepas pemain mereka sementara waktu. Sehingga FIFA CBP diciptakan untuk membagikan keuntungan turnamen Piala Dunia kepada klub sebagai kompensasi pemanggilan pemain mereka,” bunyi pernyataan resmi FIFA dalam laman mereka.

Rinciannya, klub menerima kompensasi per pemain yang dipanggil untuk membela negara mereka di Piala Dunia. Kemudian, jumlah tersebut dikalikan dengan jumlah hari sang pemain berkativitas di Piala Dunia. Uniknya, kompensasi tetap berhak dicairkan meskipun misal pemain pada akhirnya hanya jadi penghangat bangku cadangan sepanjang turnamen.

“Sehingga, semakin jauh negara yang dibela pemain melaju di Piala Dunia, semakin besar pula keuntungan yang dapat diraup. Setiap pemain bakal mendatangkan jumlah kompensasi yang sama, berapapun menit mereka bermain di Piala Dunia,” lanjut penjelasan FIFA.

Saat ini, mulai awal musim ini Gervane membela Persis Solo. Lalu kenapa Persib Bandung, yang sebelumnya dibela oleh Gervane musim lalu, juga berpeluang mendapat keuntungan? Karena CBP tidak hanya menghitung turnamen Piala Dunia saja, namun juga babak kualifikasi menuju Piala Dunia. Namun kompensasi akan cair hanya jika pemain lolos dari babak kualifikasi, dan ditunjuk membela timnas mereka untuk Piala Dunia.

“Program CBP memberikan kompensasi tidak hanya kepada klub yang dibela pemain saat Piala Dunia berlangsung, namun juga klub-klub yang sebelumnya dibela pemain saat fase kualifikasi Piala Dunia hingga dua tahun ke belakang,” bunyi penjelasan tersebut.

Dikabarkan, FIFA telah menyiapkan anggaran program CBP untuk Piala Dunia 2026 sebesar 355 juta Dolar AS, atau sekitar Rp 5,3 triliun. Jumlah tersebut naik dari anggaran CBP Piala Dunia 2022, yakni 209 juta dolar AS.

Pun demikian, belum dapat dipastikan berapa jumlah kompensasi per hari yang dapat diperoleh klub untuk Piala Dunia tahun depan. Namun sebagai gambaran, untuk edisi 2022 lalu, FIFA memberikan kompensasi CBP kepada klub sebesar 10,950 dolar AS atau Rp 183 juta per hari untuk setiap pemain yang dipanggil membela negara di turnamen tersebut. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#CBP #persis #Curacao #insentif #fifa #persis solo #Anggaran #kompensasi #piala dunia 2026 #persib bandung #persib #piala dunia #Gervane Kastaneer #Super League #Timnas Curacao