Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Usai Dibantai 0-4 Oleh Brazil, Nova Arianto Wanti-Wanti Timnas Indonesia U17 Wajib Menangkan Laga Terakhir Fase Grup Piala Dunia U17 2025

Yuan Edo Ramadhana • Minggu, 9 November 2025 | 02:43 WIB
(Dok. Timnas Indonesia)
(Dok. Timnas Indonesia)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Sesuai dugaan masyarakat Indonesia, pertandingan Timnas Indonesia U-17 melawan Brazil dalam lanjutan Piala Dunia U-17 2025 berakhir dengan kekalahan 0-4 pada Jumat malam (7/11). Pun demikian, para penggawa Garuda Muda masih dapat membuat skuad Selecao junior garuk-garuk kepala, dibanding saat Brazil melawan Honduras.

Baru tiga menit pertandingan berjalan, Dafa Al-Gasemi sudah harus memungut bola kembali dari gawang sendiri setelah seluruh barisan Indonesia kalah duel udara dengan skuad Brazil. Luis Eduardo sukses menyelesaikan duel udara tersebut dengan heading yang tidak dapat dijangkau Dafa.

Di akhir sepertiga awal pertandingan, lini belakang Indonesia kembali membuat kesalahan fatal. Bermaksud melakukan backpass untuk menjauhkan bola dari jangkauan Selecao junior, Putu Panji malah menembak bola ke gawang sendiri, dan Dafa juga salah membaca arah bola. Pelatih Timnas U-17, Nova Arianto sempat mengajukan protes lewat kartu FVS, namun keputusan gol tetap dianggap sah.

Lima menit kemudian, Felipe Morais menambah penderitaan Garuda Muda dengan melepaskan tendangan yang menyelipkan diri di anatra seluruh kaki pemain Indonesia.  Hingga akhir babak pertama, para pemuda Indonesia tidak mampu memberikan jawaban atas tiga gol tersebut.

Di babak kedua, dengan masuknya Zahaby Gholy dan Mierza Firjatullah, lini depan Indonesia kembali tajam dan mulai menciptakan berbagai serangan. Namun semua percobaan mereka berhasil dipatahkan, termasuk dari Fadly Alberto Hengga yang jadi pemuda dengan jarak paling dekat dengan gawang.

Sebaliknya, percobaan acak Ruan Pablo dari jarak jauh ternyata tidak mampu ditepis Dafa, dan menambah satu lagi gol untuk Brazil. Hingga akhir pertandingan Brazil tetap unggul dengan skor 4-0.

Usai pertandingan, Coach Nova mengaku tetap bangga dengan performa anak-anak asuhnya. Nova berpandangan mereka dapat tampil lebih baik ketimbang saat melawan Zambia, saat mereka juga kebobolan banyak gol.

“Saya cukup senang dengan kerja keras mereka hari ini. Ini pertandingan lebih baik daripada pertandingan kita melawan Zambia. Saya mau pemain selalu menunjukkan effort seperti ini,” ujar Nova dalam konferensi pers pasca pertandingan.

Di sisi lain, Nova juga memasang peringatan pada anak-anak asuhnya. Bagaimana tidak, hanya ada satu pertandingan tersisa jika Fadly Alberto Hengga dkk. tidak ingin pulang ke Indonesia lebih awal.

“Saya sampaikan ke pemain, satu pertandingan itu harus kita perjuangkan, terlepas nanti kita menang, kita lolos atau enggak, saya gak peduli itu. Tetapi saya ingin besok kita dapat tiga poin, peluang kita masih terbuka untuk lolos," tegas pria yang juga membela Timnas Indonesia semasa muda tersebut.

Coach Nova sendiri tidak salah, dengan banyaknya gol yang bersarang di gawang, Indonesia saat ini menjadi peserta posisi tiga terburuk dengan selisih minus enam gol. Sementara itu di depan para Garuda Muda, Uganda, Burkina Faso, Arab Saudi dan Paraguay hanya memiliki selisih minus satu gol.

Praktis, tidak hanya wajib menang dari Honduras pada pertandingan terakhir yang juga bertepatan dengan Hari Pahlawan (10/11), Indonesia juga wajib menggelar pesta gol di depan gawang Honduras, selayaknya telah diperbuat oleh Brazil dan Zambia untuk menjaga kans mereka untuk lolos ke babak eliminasi Piala Dunia U-17 tetap menyala.

Selain itu, mereka juga wajib berdoa agar empat negara di depan mereka tidak terlalu banyak menambah tabungan gol dan poin, dan mungkin sekalian agar Qatar, Kosta Rika dan Kaledonia Baru juga tidak menambah tiga poin di klasemen grup masing-masing. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Timnas Indonesia U-17 #Fadly Alberto Hengga #indonesia #Piala Dunia U-17 2025 #Timnas Indonesia #Indonesia U-17 #piala dunia #Timnas U-17 #nova arianto #Garuda Muda #Dafa Al Gasemi #brazil #Zahaby Gholy