Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Jelang Manchester City vs Dortmund di Liga Champions: Hadapi Mantan Klub, Haaland Tetap Rendah Hati

Hakam Alghivari • Kamis, 6 November 2025 | 00:19 WIB

 

Erling Haaland merasa dirinya tetap sama, tidak ada yang berubah. Hanya lebih tenang kerena pengalaman.
Erling Haaland merasa dirinya tetap sama, tidak ada yang berubah. Hanya lebih tenang kerena pengalaman.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Jelang duel sengit antara Manchester City melawan Borussia Dortmund di ajang Liga Champions 2025/26, Kamis (6/11) dini hari WIB, sorotan kembali tertuju pada sosok Erling Haaland.

Bukan hanya karena ketajamannya yang luar biasa, tetapi juga karena sikap rendah hati yang ia tunjukkan di tengah statusnya sebagai salah satu striker paling berbahaya di dunia.

Pemain asal Norwegia itu saat ini sedang on fire. Haaland sudah mencetak 26 gol untuk klub dan negaranya sejak awal musim, termasuk dua gol kala City menaklukkan Bournemouth 3–1 akhir pekan lalu. Namun, di balik catatan statistik yang mengerikan, Haaland menegaskan bahwa dirinya tetap orang yang sama seperti dulu.

Masih Erling yang Sama

Dalam konferensi pers pra-pertandingan di Etihad Stadium, Selasa (4/11), Haaland menepis anggapan bahwa ketenaran telah mengubah kepribadiannya.

“Saya tetap menjadi orang yang sama sejak saya bisa mengingat. Tidak ada yang berubah,” ujarnya dengan nada tenang dikutip dari laman resmi Manchester City.

Dalam beberapa hal dia mengakui masih merupakan sosok anak yang sama, anak dari Bryne. Meski begitu dia menyatakan kalau memang dirinya lebih tenang berkat pengalaman hidupnya. “Tapi dengan lebih banyak pengalaman dalam hidup.”

Sosok yang sering dijuluki robot itu menambahkan, pengalaman panjang di level profesional membentuk kematangan baru dalam dirinya.

“Saya sudah bermain di level profesional sejak usia 16 tahun. Jadi, tentu saja saya jauh lebih berpengalaman, baik dalam sepak bola maupun kehidupan.

Saya sudah tinggal di berbagai negara, berbicara dalam berbagai bahasa. Masih Erling yang sama, hanya dengan lebih banyak pengalaman,” tegasnya.

Meski kini dikenal sebagai mesin gol City, Haaland menolak larut dalam pujian. “Saya orang Norwegia, dan saya tidak boleh berpikir saya menjadi seseorang hanya karena mencetak gol. Saya hanya Erling, dan itu tidak akan pernah berubah,” katanya.

Kematangan di Lapangan dan Kehidupan

Perubahan besar juga datang di luar lapangan. Haaland kini telah menjadi ayah dari seorang bayi laki-laki hasil hubungannya dengan Isabel Haugseng Johansen. Status baru itu, katanya, membuatnya lebih fokus dan seimbang.

“Menjadi seorang ayah benar-benar mengubah hidup saya. Tanpa diragukan lagi,” ucapnya.

“Tiba-tiba ada seseorang yang membangunkanmu setiap pagi. Sekarang saya jadi lebih fokus, karena bisa benar-benar memisahkan waktu antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.”

Baginya, keseimbangan itu menjadi kunci dalam menjaga ketenangan mental di tengah tekanan tinggi sebagai penyerang utama Manchester City.

Laga Emosional Hadapi Mantan Klub

Pertandingan melawan Borussia Dortmund dini hari nanti akan menghadirkan nuansa emosional bagi Haaland. Ia pernah berseragam klub Jerman itu pada 2020–2022 sebelum hijrah ke Inggris.
Kini, ia akan kembali menantang mantan rekan setimnya dengan mental dan pengalaman yang jauh lebih matang.

City membutuhkan kemenangan untuk mengamankan posisi puncak grup, sementara Dortmund berambisi mencuri poin di Etihad. Namun, bagi Haaland, laga ini lebih dari sekadar pertemuan dua klub besar. Ini tentang perjalanan seorang anak dari Bryne yang tumbuh menjadi bintang dunia, tanpa kehilangan jati dirinya.

“Saya hanya Erling. Dan itu tidak akan pernah berubah,” tutupnya. (kam/bgs)

Editor : Hakam Alghivari
#manchester city #liga champions #Erling Haaland #dortmund