RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Anfield bersiap menyambut malam yang berpotensi jadi sejarah baru, bukan karena euforianya, melainkan karena ujian paling berat bagi Arne Slot dan Liverpool yang sedang terseok.
Di sisi lain, Real Madrid datang dengan wajah penuh percaya diri, membawa rekor kemenangan sempurna dan semangat balas dendam Xabi Alonso di panggung tempat kenangan lamanya bersemi.
Liverpool di Bawah Tekanan
Statistik berbicara lebih lantang dari kata-kata: dari lima laga terakhir di semua ajang, Liverpool hanya menang dua kali, 2-0 atas Aston Villa, serta 1-5 atas Frankfurt di ajang Liga Champions.
Tiga laga sisanya berakhir dengan kekalahan, termasuk dari Manchester United (1-2) dan Crystal Palace (0-3) di kompetisi liga.
Rentetan hasil itu membuat Slot harus berpikir keras. Performa lini belakang rapuh, konsistensi pressing menurun, dan efisiensi di depan gawang hilang.
Kemenangan atas Villa memang sedikit menenangkan, tetapi di balik itu, publik Anfield tahu timnya belum benar-benar keluar dari krisis.
Slot juga belum bisa memainkan beberapa pilar penting seperti Alisson Becker dan Alexander Isak, sementara pemain yang baru pulih seperti Curtis Jones masih perlu adaptasi ritme.
Madrid Menang Terus, Alonso Semakin Pasti
Kebalikannya, Real Madrid datang ke Inggris dengan catatan yang nyaris sempurna. Lima laga terakhir, lima kemenangan.
Mereka menaklukkan Barcelona (2-1) di el clasico, menghancurkan Valencia (4-0), dan mengalahkan Juventus tanpa kebobolan (1-0).
Tim asuhan Alonso kini bukan sekadar kuat secara teknis, tetapi juga mental. Kedalaman skuad memberi keleluasaan rotasi, bahkan ketika Carvajal, Rüdiger, dan Alaba absen, Madrid tetap solid.
Dari lini ke lini, tidak ada tanda penurunan. Kylian Mbappé menjadi pusat serangan, Jude Bellingham motor di tengah, dan Álvaro Carreras menjelma kejutan di sisi kiri.
Madrid kini seperti mesin juara yang berputar tanpa celah, menang bukan karena keberuntungan, tapi karena sistem yang bekerja.
Alonso: Luka Lama dan Rasa Ingin Menang
Namun cerita terbesar malam ini bukan hanya soal statistik. Bagi Xabi Alonso, Anfield bukan sekadar stadion, ini rumah lama yang memberinya cinta, tetapi juga luka.
Musim lalu ia kembali ke tempat ini bersama Bayer Leverkusen dan kalah tanpa bisa mencetak gol. Kini, ia kembali sebagai pelatih Real Madrid, klub yang memberinya status legenda baru.
Alonso tahu atmosfer Anfield bisa mengubah apa pun. Tapi kali ini, ia datang dengan skuad yang matang, dengan momentum yang memihaknya, dan dengan pemain-pemain yang siap menulis kisah balas dendam untuk pelatihnya.
Prediksi: Madrid Lebih Siap dari Segala Aspek
Liverpool mungkin akan berjuang dengan semangat Anfield, tapi Real Madrid datang dengan ketenangan dan kepercayaan diri yang lahir dari kemenangan demi kemenangan.
Dalam laga yang sarat emosi ini, semua arah kompas mengarah pada Madrid. (kam/bgs)
Editor : Hakam Alghivari