PSBS Biak 0–0 Persebaya Surabaya. Ernando Ari, tembok hijau yang tak tergoyahkan
RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM — Tekanan tanpa henti dari PSBS Biak, Persebaya Surabaya berhasil membawa pulang satu poin berkat performa luar biasa kiper muda mereka, Ernando Ari Sutaryadi. Dalam laga yang berakhir 0-0 di Stadion Maguwoharjo, Jumat (24/10/2025), Ernando mencatat 10 penyelamatan krusial, menjadikannya pemain paling menonjol di lapangan.
Sejak menit awal, PSBS tampil agresif dengan pola menyerang cepat dari sisi sayap. Damianus Adiman Putra dan Ruyery Blanco bergantian menekan pertahanan Persebaya, namun semua peluang mereka dipatahkan Ernando. Kiper berusia 22 tahun itu tampil percaya diri dalam mengantisipasi tembakan jarak dekat, bahkan beberapa kali melakukan refleks gemilang untuk menjaga gawangnya tetap steril.
Situasi Persebaya makin sulit di menit ke-29 saat Leonardo Lelis diganjar kartu merah langsung. Tak lama kemudian, pengganti Lelis, Mikael Tata, juga harus keluar lapangan setelah dua kali menerima kartu kuning dalam waktu singkat.
Dengan sembilan pemain di lapangan, Persebaya dipaksa bertahan total hampir sepanjang babak pertama. Namun, Ernando tetap tenang di bawah tekanan, menghalau tembakan bertubi-tubi dari Mohcine Nader dan Lucas Morasi yang menguji refleksnya dari berbagai sudut.
Ditekan Sepanjang Babak Kedua
Memasuki babak kedua, PSBS semakin dominan. Pelatih Divaldo Alves menurunkan pola ofensif penuh, dengan instruksi menekan dari segala arah. Serangan datang silih berganti, tetapi setiap peluang berakhir sama, bola kembali di tangan Ernando.
Penyelamatan terpenting terjadi pada menit ke-61, ketika sepakan keras Nelson Alom dari luar kotak penalti berhasil ditepis dengan ujung jari. Tak lama kemudian, upaya jarak dekat Mohcine Nader juga gagal setelah Ernando menutup ruang tembak dengan cepat.
Sementara itu, Persebaya memilih bertahan rapat dengan menurunkan blok rendah. Dime Dimov tampil disiplin dalam duel udara, sedangkan Milos Raickovic dan Francisco Rivera bekerja keras menutup jalur umpan di depan kotak penalti.
Setiap kali PSBS mencoba mengalirkan bola ke tengah, Ernando menjadi penghalang terakhir yang tak tertembus.
Satu Poin yang Terasa Seperti Kemenangan
Drama kembali terjadi pada menit ke-76 saat bek PSBS, Nurhidayat Haji Haris, diusir wasit akibat pelanggaran keras. Kondisi ini membuat permainan kembali berimbang secara jumlah pemain, namun Persebaya tetap memilih fokus menjaga kedisiplinan di lini belakang.
Menjelang akhir laga, PSBS nyaris memecah kebuntuan lewat sundulan Lucas Morasi, tetapi bola membentur tiang, sebelum kembali diamankan oleh Ernando. Hingga peluit panjang berbunyi, skor tetap 0-0.
Dengan 10 penyelamatan tercatat dalam data resmi I-League Stats, penampilan Ernando Ari menjadi kunci utama di balik hasil imbang ini. Ia bukan hanya menjaga gawang tetap steril, tetapi juga menjaga moral timnya tetap hidup di tengah tekanan berat. (kam/bgs)
Editor : Hakam Alghivari