RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pembalap reli muda asal Finlandia, Kalle Rovanpera membuat keputusan mengejutkan pada Kamis siang (9/10). Tidak hanya memutuskan berhenti membalap di kejuaraan reli dunia (WRC), ujung tombak Toyota Gazoo Racing (TGR) tersebut memutuskan sepenuhnya berpisah dan pensiun dari dunia reli.
Sebelumnya, Kalle mencatatkan rekor sebagai juara dunia WRC termuda (22 tahun) pada musim 2022. Semusim kemudian, Kalle memanen satu gelar juara dunia lagi, dan mencatatkan diri sebagai juara dunia termuda dengan lebih dari satu gelar.
Namun Pada 2024, Kalle memutuskan untuk tidak mengikuti WRC secara lengkap pada musim tersebut. Semula diperkirakan karena ingin memenuhi wajib militer dari pemerintahan Finlandia, ternyata dia malah mencoba berbagai cabang balap mobil lain, termasuk balap endurance dan drifting.
Musim ini akhirnya Kalle kembali tampil secara penuh. Namun perubahan regulasi penyedia ban sedikit mengganggu performanya, meskipun memenangkan Reli Isla Canaria di Spanyol dan akhirnya menang di pekarangan rumah sendiri di Reli Finlandia.
Setelah terlempar dari perebutan podium di Reli Paraguay dan Reli Chile, Kalle berada di posisi ketiga klasemen sementara, dengan menyisakan Reli Eropa Tengah, Reli Jepang dan Reli Arab Saudi. Namun dirinya tertinggal lebih dari 20 poin di belakang dua rekannya sendiri, Sebastien Ogier dan Elfyn Evans.
Menurut Kalle sendiri, mumpung masih muda di usia 25 tahun, dirinya ingin menantang diri dengan banting setir ke ajang open wheel, alias formula yang lebih cepat. Kalle dengan bantuan Toyota akan merantau ke Jepang untuk menimba ilmu di kejurnas formula Jepang, yakni Super Formula, dengan target naik kelas ke Formula 2 pada 2026.
“Memang tidak mudah untuk memutuskan pensiun, namun saya sudah kepikiran sejak lama. Cita-cita saya sejak kecil adalah menjadi juara dunia balap reli. Jadi karena saya sudah mencapai semuanya di usia muda, saya akhirnya memikirkan apa lagi yang bisa saya lakukan dan capai selagi bisa,” jelas Kalle dalam pernyataan resmi Toyota.
Sebagai catatan samping, meskipun Kalle baru masuk di WRC pada 2019, Kalle sudah berkarir di tingkat kejurnas Finlandia sejak berusia 10 tahun. Di usia sekecil itu, Kalle dibimbing oleh ayahnya, Harri Rovanpera, yang pernah jadi ujung tombak Peugeot dan Mitsubishi di WRC sebelum kedua perusahaan tersebut tutup garasi.
Pihak TGR sendiri mendukung keputusan tersebut, terlebih dengan kemampuan Kalle yang sudah teruji di luar balap reli.
“Banyak pembalap sirkuit yang mencoba balap reli, namun yang sebaliknya, yakni pembalap reli turun ke sirkuit sangat jarang terjadi, apalagi di balap formula. Sehingga kami antusias membantu pembalap kami menraih mimpinya, dan kami rasa tidak banyak pabrikan yang memiliki kesempatan seperti ini,” jelas Presiden Cabang Reli TGR, Jari-Matti Latvala.
Meskipun 2026 bakal menjadi tahun pertama Kalle berkompetisi di ajang Formula, Kalle sudah pernah menguji coba mobil F1 milik Red Bull pada November tahun lalu. Kalle juga sudah akrab pula dengan iklim kompetisi di Jepang, setelah beberapa kali ikut serta dalam beberapa seri Formula Drift Japan dua tahun belakangan. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana