RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) resmi mengonfirmasi sanksi dari FIFA terkait kasus pemain warisan atau naturalisasi.
Hukuman tersebut bukan hanya berbentuk denda organisasi, tetapi juga larangan bertanding selama 12 bulan bagi tujuh pemain yang selama ini menjadi andalan timnas senior. Situasi ini datang di tengah perjuangan Malaysia untuk merebut tiket ke Piala Asia 2027.
Dalam pernyataan resminya,Jumat (26/9), FAM menegaskan bahwa seluruh proses naturalisasi dilakukan secara transparan dan sesuai dengan aturan. Bahkan, FIFA sebelumnya sudah meninjau serta memberikan pengesahan resmi atas kelayakan pemain-pemain tersebut.
“FAM telah menguruskan segala dokumentasi serta prosedur berkaitan secara telus mengikut garis panduan yang ditetapkan,” tegas Datuk Wira Mohd Yusoff Haji Mahadi, pemangku presiden FAM.
Ia memastikan pihaknya akan menempuh jalur banding untuk membela kepentingan tim nasional.
Larangan terhadap tujuh pemain naturalisasi jelas memberi pukulan telak bagi Harimau Malaya. Sebagian besar dari mereka adalah tulang punggung skuad senior, baik di lini tengah maupun pertahanan.
Absennya pemain-pemain ini akan langsung dirasakan pada laga-laga kualifikasi, di mana Malaysia sudah dijadwalkan menghadapi Laos (9 dan 14 Oktober), Nepal (18 November), serta Vietnam (31 Maret 2026).
Kasus ini juga memantik spekulasi liar. Jurnalis asal Malaysia, Zulhelmi Zainal, menulis bahwa ada kemungkinan pihak luar mencoba menggembosi kebangkitan tim nasional Harimau Malaya.
“Terdapat kabar angin yang mengatakan bahwa beberapa entitas luar negeri sedang berusaha untuk mensabotase tim nasional karena khawatir dengan kebangkitan Harimau Malaya. Entitas-entitas tersebut terlihat memiliki kedekatan dengan pimpinan tertinggi FIFA,” ujarnya. Meski begitu, klaim ini sejauh ini belum dapat dibuktikan.
Bagi Malaysia, tantangan ke depan semakin berat. Tanpa kehadiran pemain naturalisasi, pelatih harus memaksimalkan potensi pemain lokal dan lapis kedua.
Pertandingan melawan Vietnam diprediksi akan menjadi ujian terbesar, sementara duel dengan Laos dan Nepal tak bisa dianggap enteng.
FAM kini berpacu dengan waktu. Proses banding ke FIFA akan menentukan apakah Malaysia bisa kembali menurunkan pemain naturalisasi mereka. Namun di luar itu, publik menilai kasus ini bisa menjadi momentum bagi sepak bola Malaysia untuk berbenah dan membuktikan bahwa mereka tetap mampu bersaing meski hanya mengandalkan kekuatan lokal. (kam/bgs)
Editor : Hakam Alghivari