RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Hellas Verona harus puas berbagi poin kala menjamu Cremonese di Stadio Marcantonio Bentegodi pada pekan ketiga Serie A, Senin (15/9).
Pertandingan berakhir tanpa gol, 0-0, meski tuan rumah tampil menekan sepanjang laga. Verona yang tengah mencari kemenangan perdana musim ini dibuat frustrasi oleh rapatnya pertahanan tim tamu.
Sosok yang menjadi pembeda dalam laga ini tak lain adalah kiper Emil Audero. Penjaga gawang asal Indonesia itu tampil luar biasa dengan sederet penyelamatan krusial. Berkat aksinya di bawah mistar, Cremonese berhasil menjaga gawang tetap steril dan pulang dengan satu poin penting dari markas lawan.
Dilansir dari Fotmob, Audero dinobatkan sebagai Man of the Match dengan rating 8,7. Statistik ini menunjukkan performa apiknya bukan sekadar kebetulan. Sepanjang 90 menit, ia mencatat 9 kali penyelamatan dan sama sekali tidak kebobolan alias cleansheet.
Bahkan, ia berhasil menggagalkan peluang dengan xGOT (expected goals on target) senilai 1,26 sehingga secara matematis menyelamatkan Cremonese dari setidaknya satu gol pasti.
Dari sembilan penyelamatan itu, lima di antaranya berupa diving save yang mengundang decak kagum. Tak hanya itu, pria kelahiran Mataram tersebut juga melakukan 6 penyelamatan dari dalam kotak penalti, menunjukkan ketangguhannya menghadapi gempuran striker Verona. Satu kali aksi high claim berhasil meredam ancaman dari umpan silang yang membahayakan.
Kiper berusia 28 tahun itu juga berkontribusi dalam distribusi bola meski akurasinya masih bisa ditingkatkan. Dari 41 umpan yang dilepaskan, sebanyak 27 di antaranya sukses mencapai rekan setim (66%).
Sementara itu, untuk umpan panjang, catatannya adalah 5 dari 19 (26%). Meski demikian, perannya dalam membangun serangan tetap terasa dengan 65 sentuhan bola sepanjang laga.
Dalam aspek bertahan, Audero mencatat 21 kali recovery, menjadi bagian penting dari fase transisi Cremonese. Ia pun melakukan 11 lemparan akurat untuk memulai serangan balik. Satu duel udara yang dilakoni pun berhasil dimenangkan dengan sempurna, menegaskan dominasinya di area kotak penalti.
Baca Juga: Hasil MotoGP San Marino 2025: Selangkah Lagi Marc Marquez Kunci Gelar Juara Dunia
Keputusan Audero untuk tak banyak keluar sebagai sweeper (0 kali tercatat) menunjukkan gaya bermainnya yang lebih memilih menjaga area inti gawang. Namun, ketepatan timing dalam intervensi membuatnya tetap efektif menutup ruang tanpa harus meninggalkan posisinya terlalu jauh.
Dengan performa tersebut, wajar jika Audero dianggap sebagai tembok kokoh yang tak bisa ditembus Verona. Setiap kali tuan rumah mencoba mengancam, ia selalu punya jawaban yang membuat frustrasi barisan depan lawan. Publik tuan rumah pun hanya bisa geleng-geleng kepala menyaksikan ketangguhan sang kiper. (kam/bgs)
Editor : Hakam Alghivari