RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Gelaran BRI Super League (sebelumnya Liga 1) musim 2025/2026 resmi dimulai pada Jumat (8/8). Meskipun seremoni pembukaan dilakukan pada malam hari di laga Persebaya Surabaya vs PSIM Yogyakarta, Borneo FC dan Bhayangkara FC memperoleh jadwal bermain lebih dulu pada sore hari.
Borneo FC juga jadi peraih tiga poin perdana setelah gol semata wayang Mariano Peralta di menit ke-66 menjadi kunci kemenangan Borneo atas The Guardians. Meskipun Bhayangkara FC tampil lebih agresif sepanjang pertandingan, Peralta lebih cerdas dalam mengekspos lubang pertahanan mereka.
Dalam pertandingan selanjutnya, PSM Makassar dan Persijap Jepara menjadi klub pertama yang harus berbagi poin musim ini. Penggawa Timnas Indonesia U-21, Victor Dethan mampu membawa keunggulan untuk PSM dalam waktu enam menit, namun perpanjangan waktu ekstra panjang memberikan kesempatan Carlos Franca untuk membubarkan kemenangan Juku Eja.
Akhirnya dalam laga yang menjadi venue upacara pembukaan BRI Super League musim ini, Persebaya Surabaya harus pulang dengan muka merah setelah jadi klub pertama yang kehilangan tiga poin di kandang sendiri. Setelah hilang banyak kesempatan mencetak gol dan jungkir balik mengamankan gawang sendiri, Bajul Ijo kecolongan tepat di akhir pertandingan karena Ezequiel Vidal berdiri nyaris tanpa penjagaan.
“Jika kami mencetak gol di babak pertama, pertandingan akan sangat berbeda. "Tentu saya kecewa dengan hasil ini, tetapi apa yang kami tampilkan di babak pertama adalah gambaran yang perlu kami pertahankan,” jelas pelatih Persebaya, Eduardo Perez dalam konferensi pers pasca pertandingan, merujuk pada serangan yang nyaris berbuah gol di menit ke-10.
Dengan ini Borneo FC dan PSIM menjadi dua klub pertama yang berhasil meraih poin penuh di era baru Super League. Namun tentu, perjalanan mereka dan seluruh 16 klub lain masih sangat panjang. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana