Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Soroti Jam Terbang Pemain Lokal, APPI Nyatakan Sikap Atas Perubahan Kuota Pemain Asing BRI Super League

Yuan Edo Ramadhana • Rabu, 9 Juli 2025 | 02:07 WIB
Rodrigo Moura resmi berseragam Persijap Jepara di Liga 1 musim 2025/2026.
Rodrigo Moura resmi berseragam Persijap Jepara di Liga 1 musim 2025/2026.

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Liga 1 atau kini disebut BRI Super League merilis beberapa peraturan baru melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) pada Senin (7/7). Salah satunya, PT LIB selaku operator liga menambah kuota pemain asing yang boleh bergabung dengan klub peserta.

Musim depan, 11 pemain asing dapat dikontrak oleh klub, dan 8 diantaranya dapat didaftarkan untuk bertanding dalam daftar susunan pemain (DSP). Jumlah tersebut naik dari 8 pemain yang dapat dikontrak dan 6 pemain dalam DSP pada muim 2024/2025.

Menanggapi perubahan regulasi, Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) mengeluarkan pendapat mereka pada Selasa (8/7). APPI menyayangkan keputusan PT LIB yang dianggap sepihak dan tidak memihak pada pemain lokal.

Meskipun APPI memahami niatan PT LIB untuk memajukan sepak bola di tingkat liga, APPI berargumen bahwa kelonggaran regulasi kuota pemain asing juga dapat berpengaruh terhadap ketenagakerjaan pemain lokal. Selain itu, jam terbang para pemain lokal juga berpotensi berkurang jika klub banyak bergantung pada pemain asing.

“Kami sangat menyayangkan bahwa regulasi yang akan secara langsung berimbas terhadap kehidupan para pemain diambil tanpa adanya komunikasi dan diskusi terlebih dahulu dengan para pemain. Dari survey yang kami lakukan, mayoritas pemain Liga 1 merasa keberatan dengan adanya regulasi tersebut karena secara langsung akan sangat mengurangi menit bermain mereka, dikarenakan saat ini hanya ada 1 kompetisi profesional yang bergulir,” jelas Presiden APPI, Andritany Ardhiyasa dalam pernyataan resmi.

Menurut kiper Persija Jakarta tersebut, dengan 11 pemain asing yang dapat bermain di Super League, berarti ada sekitar 198 pemain yang terancam kehilangan pekerjaan dan harus mencari klub lain di dalam negeri. Selebihnya, dia tidak mempermasalahkan jumlah pemain yang diizinkan bergabung ke dalam klub.

“ Jika muara dari kompetisi yang lebih berkualitas adalah prestasi Tim Nasional, maka regulasi ini tentu sangat kontradiktif dengan pernyataan dari Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert,  yang pernah menyatakan bahwa  ‘Jika para pemain tidak punya menit bermain di klub, maka kamu tidak bisa dapat kesempatan’”, papar Andri.

Sebetulnya PT LIB juga memiliki solusi untuk menjamin waktu bermain pemain lokal dalam perubahan regulasi terbaru. Namun peraturan tersebut baru mencakup pemain muda, yakni hingga kelompok usia U-23.

Dalam peraturan baru, selain diperkenankan membawa 8 pemain asing, klub wajib mendaftarkan lima pemain U-23 kedalam DSP. Salah satu dari mereka wajib bermain minimal 45 menit dalam satu pertandingan.

Selain itu jika seorang pemain asing ditarik keluar dari lapangan, pemain pengganti tidak diperkenankan sesama pemain asing. Selain itu, pemain pengganti diutamakan berasal dari roster U-23 yang dibawa. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#menit bermain #pt lib #kuota pemain asing #appi #pemain asing #pemain lokal #BRI Super League #DSP #Jam Terbang #ketenagakerjaan #Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia #liga 1 #rups