RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Indonesia berpeluang tidak memiliki perwakilan dalam ajang ASEAN Club Championship (ACC) pada musim 2-25/2026 mendatang. Sebab ada perbedaan persepsi regulasi antara AFF selaku penyelenggara ACC, dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku penyelenggara Liga 1.
Sedianya PT LIB berencana mengirimkan peringkat ketiga dan keempat Liga 1 2024/2025, Malut United dan Persebaya Surabaya untuk mengikuti turnamen tersebut musim depan. Sementara juara dan runner-up liga, Persib Bandung dan Dewa United difokuskan untuk ikut serta di AFC Champions League 2 (Persib) dan AFC Challenge League (Dewa United)
Menurut pernyataan resmi perusahaan, klub partisipan Liga 1 telah menyetujui sejak awal musim, baik secara lisan maupun tertulis bahwa juara dan runner-up liga akan berfokus mengikuti kompetisi Asia yang diselenggarakan AFC. Sementara jatah kompetisi Asia Tenggara yang diselenggarakan AFF diserahkan kepada peringkat ketiga dan ke-empat.
Namun AFF tetap meminta juara dan runner-up liga untuk berpartisipasi dalam ACC, meskipun PT LIB telah menyampaikan regulasi nasional tersebut kepada mereka. Sehingga PT LIB bersama PSSI bakal berusaha mencari jalan keluar.
Menurut Direktur Utama PT LIB Ferry Paulus, kebijakan liga tersebut sengaja dibuat untuk menjaga kualitas persiapan dan integritas klub. Namun efek sampingnya, Malut United dan Persebaya dikabarkan tidak muncul dalam proses drawing fase grup ACC pada Jumat (4/7).
"Secara geografis tidak memungkinkan 1 klub bermain dalam 3 kompetisi yang berbeda dalam satu waktu yang bersamaan. Soal sanksi belum diketahui, namun kita sudah berkonsultasi dengan PSSI. Tidak menutup kemungkinan, regulasi akan berubah di kemudian waktu (musim depan),” jelas Ferry pada Kamis (3/7).
Selain faktor persiapan klub, Ferry juga mempertimbangkan jadwal pertandingan dalam mengambil keputusan tersebut. “Perubahan mendadak akan berdampak pada integritas dan kesiapan klub. Kami juga mempertimbangkan padatnya kalender domestik dan internasional," lanjut Ferry.
Ferry sendiri tidak ambil pusing jika pada akhirnya Indonesia tidak memiliki perwakilan di ACC. Terlebih, PT LIB tetap berencana untuk mengirim perwakilan ke ACC pada musim-musim berikutnya.
“Kami hanya tidak bisa berpartisipasi musim ini karena regulasi berbeda. Kami tetap terbuka untuk ACC Shopee Cup di musim 2026/27,” papar Ferry.
Pihak Persebaya sendiri mengaku tidak menerima pemberitahuan apapun mengenai partisipasi dalam ACC.
"Kami malah belum tahu sama sekali bagaimana soal ACC musim depan. Karena sampai sekarang kami tidak pernah menerima surat pemberitahuan bahwa Persebaya ikut serta dalam turnamen itu," ungkap Sekretaris Persebaya, Ram Surahman kepada Jawa Pos pada Kamis. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana