RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Al-Hilal mencetak kejutan besar di FIFA Club World Cup 2025 dengan menyingkirkan juara Eropa, Manchester City, lewat kemenangan 4-3 yang penuh tekanan.
Namun, dari semua nama yang mencuri sorotan malam itu, satu sosok yang berdiri paling konsisten adalah penjaga gawang mereka: Yassine Bounou.
Kiper asal Maroko ini tampil luar biasa di bawah mistar. Dalam pertandingan yang dipenuhi gempuran dari lini depan City, Bounou mencatat 10 penyelamatan krusial, termasuk dua peluang satu lawan satu yang secara signifikan mengubah jalannya laga. Penampilannya bukan hanya menyelamatkan gawang, tapi juga menjaga momentum dan kepercayaan diri tim.
Dilansir dari FotMob, Bounou mencatat 10 penyelamatan sepanjang pertandingan, jauh di atas Ederson yang hanya melakukan 2 penyelamatan. Dari data Expected Goals on Target (xGOT), Bounou mendapat nilai 3,85 xGOT, namun hanya kebobolan tiga—artinya ia berhasil mementahkan peluang yang seharusnya menghasilkan setidaknya satu gol. Berdasarkan data itu, Bounou tercatat menghalangi sekitar 0,85 gol dalam pertandingan tersebut, sebuah catatan efisiensi yang cukup signifikan untuk pertandingan level tinggi seperti ini.
Momentum di Saat Genting
City menguasai bola, melepaskan total 24 tembakan, namun hanya tiga yang berbuah gol. Sisanya diblokir, ditepis, atau dimentahkan oleh Bounou dengan refleks yang tajam.
Salah satu momen krusial terekam saat ia menutup ruang tembak winger muda City, Savio (Savinho) dan menepis bola ke sisi kanan, di mana sebagian besar kiper mungkin akan ragu melangkah.
Ketajaman membaca arah bola dan ketenangannya saat situasi tertekan menjadi pembeda di laga ini.
"Kami dapat berbuat banyak namun Bounou (kiper Al-Hilal) juga melakukan penyelamatan hebat," komentar pelatih City, Pep Guardiola.
Sosok Penting di Balik Al-Hilal Modern
Penampilan impresif di laga ini memperpanjang konsistensi Bounou sejak bergabung dengan Al-Hilal pada Agustus 2023. Kehadirannya membawa stabilitas bagi lini belakang klub, baik di Liga Saudi maupun kompetisi internasional.
Ia menjadi bagian dari proyek besar Saudi Pro League yang merekrut pemain-pemain berpengalaman dari Eropa, namun Bono hadir bukan hanya dengan nama, tapi dengan performa nyata.
Dalam empat laga terakhir di Club World Cup, ia mencatat total 23 penyelamatan—terbanyak di antara semua kiper yang tampil. Tak berlebihan jika namanya kini masuk dalam radar penghargaan individu turnamen, mengingat kontribusinya yang nyata.
Dari Maroko, LaLiga, hingga Asia: Karier yang Bertumbuh Konsisten
Lahir di Montréal, Kanada, pada 1991, Bounou besar di Maroko dan memulai karier profesionalnya bersama Wydad Casablanca. Ia kemudian hijrah ke Spanyol dan memperkuat Atlético Madrid B, sebelum namanya mulai dikenal luas di LaLiga bersama Girona FC. Namun puncaknya adalah saat berseragam Sevilla FC:
-
Juara UEFA Europa League 2019–2020
-
Raih Zamora Trophy 2022–2023 (kiper dengan rasio kebobolan terbaik di LaLiga)
-
Bawa Maroko ke semifinal Piala Dunia 2022, jadi pahlawan adu penalti vs Spanyol
Rekam jejak ini menjelaskan kenapa Al-Hilal tak ragu merekrutnya. Di usia 34 tahun, Bounou tidak sekadar menjaga gawang, tapi membawa pengalaman, ketenangan, dan kepemimpinan yang dibutuhkan tim di laga-laga besar. (kam)
Editor : Hakam Alghivari