RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Paris Saint-Germain (PSG) tampil spektakuler saat menghadapi Inter Miami di babak 16 besar Piala Dunia Antarklub 2025 di Mercedes‑Benz Stadium, Minggu (29/6).
PSG memimpin telak 4-0 saat jeda, dan memastikan kemenangan tanpa balas hingga akhir pertandingan. Gelandang muda João Neves menjadi sorotan utama berkat penampilan gemilangnya.
Dominasi Sejak Awal, Gol dan Statistik PSG Memukau
PSG memulai laga dengan agresif. Gol pembuka hadir pada menit ke-6 melalui sundulan Neves dari umpan bebas Vitinha, lalu gol keduanya pada menit ke-39 hasil bola silang Fabian Ruiz, dikonversi Neves dengan penyelesaian klinis.
Achraf Hakimi menambah keunggulan lewat gol rebound pada pengujung babak pertama, sebelum gol bunuh diri Tomas Avilés menutup pesta gol menjelang turun minum.
Statistik menunjukkan dominasi PSG: penguasaan bola mencapai 67% dan 19 tembakan, dengan 9 di antaranya tepat sasaran—sedangkan Inter Miami membukukan 8 tembakan dan hanya 3 yang mengarang ke gawang.
Neves: Pemain Muda, Statistik Menawan
João Neves resmi dinobatkan sebagaLyMan of the Match, salah satu gelandang termuda yang meraih penghargaan ini di Piala Dunia Antarklub. Menurut data Fotmob:
Statistik Neves
- Total Tembakan: 2
- Tembakan Tepat Sasaran: 2
- Operan: 57 (akurasi 95%)
- Umpan Panjang: 3 (semua tepat)
- Tekel: 1 (sukses)
- Intersep: 1
- Ball Recoveries: 5
- Duel Perebutan Bola: 2 (sukses 100%)
Neves hanya bermain sekitar 62 menit, tetapi pengaruhnya sangat besar—ia tak hanya mencetak dua gol, tetapi juga mendikte ritme permainan dan mengatasi pertahanan Miami.
Messi Tertatih, Inter Miami Gagal Berdaya
Kembalinya Lionel Messi ke “rumah lamanya” sebagai lawan nyatanya kurang menyenangkan. Menjelang akhir laga, Messi baru mendapat kesempatan serangan setelah menit ke-50—total menciptakan empat peluang, namun tak ada yang mengarah ke gawang. Inter Miami tampil pasif, kesulitan menyeimbangkan pressing tinggi PSG.
Pelatih Inter Miami, Javier Mascherano, menyebut babak pertama sebagai “pertumpahan darah”, tapi ia juga memuji mental juara timnya:
“Kami bermain dengan jiwa, meski lawannya mungkin tim terbaik di dunia.” katanya pasca lagam
Baca Juga: Padatnya Jadwal Sepak Bola, Mantan Pelatih Liverpool Peringatkan Dampak Jangka Panjang
Pengaruh Taktik PSG dan Kesiapan Mental
PSG menunjukkan dominasi tak hanya di lapangan, tetapi juga secara taktik. Struktur pressing tinggi, pemulihan cepat bola, dan kombinasi lini tengah mencetak empat gol sebelum jeda. Luis Enrique kemungkinan besar menurunkan intensitas di babak kedua untuk menjaga kondisi pemain menghadapi pertandingan berikutnya di perempat final.
PSG akan bertemu pemenang laga Flamengo vs Bayern Munich selanjutnya. Sementara Inter Miami akan kembali mengevaluasi kesiapan mereka di panggung global. (kam)
Editor : Hakam Alghivari