Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Kenapa Marcos Acuna Ribut dengan Denzel Dumfries di Piala Dunia Antarklub? Begini Kronologinya

Yuan Edo Ramadhana • Jumat, 27 Juni 2025 | 02:13 WIB
(Dok. Getty Images)
(Dok. Getty Images)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pemandangan kurangs edap nampak pada laga FIFA Club World Cup (Piala Dunia Antarklub) antara Inter Milan melawan River Plate Kamis pagi (26/6). Tidak hanya River Plate memanen dua kartu merah, sempat terjadi keributan antara dua pemain klub tersebut.

Jelang akhir pertandingan, Marcos Acuna dari River Plate sempat terkena siku Denzel Dumfries di bagian wajah. Sebagai balasan, Marcos menekel keras pemain Inter Milan tersebut hingga sempat adu mulut.

Keduanya dapat dipisah oleh rekan-rekan mereka dan pertandingan berlanjut kembali. Namun setelah peluit panjang berbunyi, Marcos kembali mencoba mengejar Denzel di dalam dan luar lapangan sebelum kembali dipisah oleh pemain masing-masing klub.

Awalnya diduga Marcos mengejar Denzel untuk melontarkan ujaran rasis kepada pemain asal Belanda tersebut. Namun menurut La Gazetta dello Sport, Dumfries mengaku tidak menerima perkataan rasis dari pemain Argentina tersebut.

Media asal Italia tersebut menyimpulkan perlakuan Acuna hanya merupakan balas dendam dari kejadian serupa pada perempat final Piala Dunia 2022 lalu, saat Argentina melawan Belanda.

Bedanya kala itu, Dumfries yang memulai keributan dengan Acuna lebih dulu hingga terjadi pertikaian antar kesebelasan, dengan wasit melayangkan total 18 kartu kuning serta satu kartu merah untuk Dumfries.

Kapten Inter Milan, Lautaro Martinez beranggapan perbuatan kompatriotnya hanya merupakan hasil dari pertandingan tensi tinggi dengan klubnya. “Saya sangat akrab dengan sepak bola Amerika Selatan, termasuk atmosfernya saat menghadapi tim seperti River Plate,” ujarnya pasca pertandingan.

Tentu, Lautaro juga meyayangkan insiden tersebut. “Mereka bermain dengan intensitas tinggi, jadi kami wajib menyesuaikan. Namun setelah pertandingan harusnya tak ada yang perlu dibesar-besarkan,” lanjut pemain yang memulai karir senior bersama Racing Club Avellaneda tersebut.

Tidak hanya Lautaro, pelatih River, Marcelo Gallardo juga kecewa dengan perlakuan Acuna. “Yang terjadi bukan cerminan kami sebagai klub, bukan reputasi yang ingin ditunjukkan River kepada dunia,” jelasnya dalam konferense pasca pertandingan. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Denzel Dumfries #river plate #lautaro martinez #piala dunia #Marcos Acuna #inter milan #inter #piala dunia antarklub #Club World Cup