Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Utang Masih Menumpuk Setelah Cuci Gudang, Olympique Lyon Dihukum Degradasi ke Ligue 2 Musim Depan

Yuan Edo Ramadhana • Rabu, 25 Juni 2025 | 20:17 WIB
Bahkan penjualan Rayan Cherki ke Manchester City tidak dapat melepas Lyon dari jerat hutang. (Dok. Olympique Lyon)
Bahkan penjualan Rayan Cherki ke Manchester City tidak dapat melepas Lyon dari jerat hutang. (Dok. Olympique Lyon)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Salah satu klub raksasa Perancis, Olympique Lyonnais harus menerima kenyataan pahit pada musim panas kali ini. Bukannya tetap bertarung di Ligue 1 seperti biasa, musim depan mereka terpaksa turun kasta akibat hutang mereka sendiri.

Direktorat Manajemen Nasional Perancis (DNCG) selaku operator Ligue 1, Ligue 2 dan Championnat National 1, tiga kasta tertinggi sepak bola Perancis pada Selasa (24/6) menyatakan tim yang biasa disebut Olympique Lyon atau OL tersebut melanggar Pasal 11 DNCG tentang manajemen keuangan klub. Diketahui, Lyon memiliki hutang sebesar EUR 175 juta, attau sekitar Rp 3,3 triliun,

Sehingga DNCG memutuskan untuk menghukum Lyon dengan putusan degradasi ke Ligue 2. Sedianya tanpa keputusan tersebut, Lyon masih bermain di Ligue 1 serta bakal bermain di UEFA Europa League musim depan.

Tentu, Les Gones (julukan OL) menyayangkan keputusan tersebut. Terlebih mereka telah banyak melakukan cuci gudang dan penjualan besar-besaran sejak 2024 lalu.

Sebelumnya pada akhir musim 2023/2024 DNCG telah memberikan peringatan dini karena OL memiliki hutang sebesar EUR 500 juta, atau sekitar Rp 9,4 triliun. Utang tersebut dilunasi klub dengan cara melepas kepemilikan atas klub Crystal Palace di Premier League (Liga Inggris) dan Seattle Reign di NWSL (Liga Wanita Amerka Serikat).

Tentu OL juga melakukan cuci gudang pemain, terbaru melepas Rayan Cherki ke Manchester City dengan banderol EUR 42,5 juta. Ditambah dengan penjualan Maxene Caqueret ke Como FC, keduanya menghasilkan total dana segar EUR 53,5 juta, atau sekitar Rp 1 triliun.

Sehingga dengan berkurang drastisnya utang yang dimiliki, Textor dan manajemen OL berargumen hukuman degradasi tidak dapat diterima, sehingga mereka akan mengajukan banding. Selain itu, mereka juga berpendapat keuangan mereka masih sehat untuk bertarung musim depan.

“Dalam beberapa bulan terakhir kami bekerjasama dengan DNCG dan memenuhi investasi ekuitas hingga melebihi jumlah yang disyaratkan. Berkat masukan ekuitas dari pemegang saham dan dijualnya Crystal Palace, keuangan kami telah jauh lebih baik dan lebih dari cukup untuk berlaga di musim 2025/2026,” bunyi pernyataan resmi klub pada Rabu (25/6), sebagaimana telah dikatakan oleh Textor sehari sebelumnya kepada media nasional Perancis.

Lyon bukan satu-satunya klub yang menerima hukuman serupa pada keputusan DNCG. Klub Ligue 2, AC Ajaccio dihukum degradasi ke Championnat National 1, sementara lawan mereka, SC Bastia dinyatakan masuk pengawasan keuangan DNCG meskipun tidak didegradasi.

Sementara itu tiga klub lawan OL, yakni AS Monaco, Paris FC (bukan PSG, namun tetangga sebelah mereka) dan FC Nantes dinyatakan aman secara finansial. Jika banding Lyon gagal, kemungkinan besar mereka akan digantikan Stade de Reims, yang kalah dalam playoff promosi melawan FC Metz dan juga dinyatakan sehat oleh DNCG.

Permasalahan finansial di tingkat klub cukup lama menjadi penyakit sepak bola Perancis. Sebelum Lyon, rival lama mereka Girondins de Bordeaux juga mengalami masalah serupa, bahkan hingga tiga kali beruntun.

Pertama pada akhir musim 2021/2022, Bordeaux yang kala itu berlaga di Ligue 2 dinyatakan degradasi oleh DNCG, namun batal karena banding Bordeaux diterima. Namun di akhir musim 2023/2024, Bordeaux kembali dihukum degradasi akibat keadaan ekonomi yang sangat buruk.

Saking menggunungnya utang Bordeaux, sebulan setelah dihukum degradasi klub tersebut resmi melepas status profesional dan menjual hampir semua pemain dan fasilitas mereka. Tidak hanya itu, DNCG mendobel hukuman degradasi hingga ke Championnat National 2 (Divisi 4 Liga Perancis), berhubung Bordeaux hanya menyisakan pemain akademi mereka. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#rayan cherki #DNCG #degradasi #ligue 1 #utang #europa league #Sepak Bola #John Textor #olympique lyonnais #hutang #olympique lyon #perancis #lyon #ligue 2 #turun kasta