RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - KONI mengumpulkan Koordinator Olahraga Kecamatan (KOK) Bojonegoro Jumat (20/6) lalu. KOK dikumpulkan untuk persiapan menggelar Kejuaraan Kecamatan (Kejurcam) sekaligus sebagai embrio pelaksanaan pekan olahraga kecamatan. Saat ini sudah terdapat 28 KOK dengan 18 cabang olahraga (Cabor) yang akan dipertandingkan di kejuaraan kecamatan. Mereka hadir dalam pertemuan di Ballroom Adelia Cafe & Resto Jalan Gajah Mada.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) Kabupaten Bojonegoro, Arif Nanang mengatakan ke depan dengan diawali kejurcam, Pekan Olahraga Kecamatan (Porcam) bisa digelar. Pelaksanaanya dilakukan pada Agustus nanti sekaligus untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia.
‘’Karena setiap kecamatan menggelar tentu akan menjadi meriah di Bojonegoro,” ungkapnya.
Kadinpora menjelaskan, dengan adanya Kejurcam maupun Porcam, hal yang paling penting bisa mencari bibit-bibit atlet di Bojonegoro. Termasuk bentuk regenerasi dari atlet yang sudah ada.
‘’Tentunya jumlah cabang olahraga di Bojonegoro juga diharapkan bisa terus berkembang,” terangnya.
Ketua KONI Bojonegoro Sahari mengatakan Kejurcam sebagai embrio Porcamdan baru pertama kali akan dilaksanakan. Pelaksanaan dilakukan oleh KOK sebagai kepanjangan tangan KONI di Bojonegoro.
‘’Ke depan akan terus berkembangkan dimulai dari level bawah yaitu desa,” tegasnya.
Sahari meminta agar KOK bisa mempersiapkan diri dengan baik untuk pelaksanaan Kejurcam. Juga berkoordinasi dengan cabang olahraga bersangkutan.
‘’Karena teknis pelaksanaan pertandingan yang tahu adalah cabang olahraga,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Kejurcam Tonny Ade Irawan menjelaskan bahwa Kejurcam ini sebagai bagian dari persiapan Porkab 2026. Pada Porkab, KOK akan mengirimkan atlet terbaik di kecamatan guna bertanding.
‘’Ini sebagai seleksi menuju Porkab bagi kecamatan dan awalan seleksi atlet menuju Porprov 2027,’’ jelasnya.
Tonny menjelaskan, kejurcam diikuti oleh penduduk kecamatan setempat sebagai salah satu syarat. Selain itu, juga adalah usia atlet peserta berada di bawah level Porkab, yakni berusia 16 sampai dengan 18 tahun.
‘’Karena Porkab usia maksimal 19 tahun sementara Porprov 21 tahun,’’ katanya. (irv/cho)
Editor : Yuan Edo Ramadhana