Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Format Baru Liga 2 2025/2026: PT LIB Umumkan Ketentuan Hak Kandang Putaran Ketiga, Seperti Apa Syaratnya?

Yuan Edo Ramadhana • Jumat, 30 Mei 2025 | 20:47 WIB
SENGIT: Kemelut di mulut gawang Persela saat laga di kandang Persibo, Stadion Letjend Sudirman, Sabtu lalu (12/10). (YUAN EDO RAMADHANA/RADAR BOJONEGORO)
SENGIT: Kemelut di mulut gawang Persela saat laga di kandang Persibo, Stadion Letjend Sudirman, Sabtu lalu (12/10). (YUAN EDO RAMADHANA/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Sebelumnya telah dikabarkan bahwa format Liga 2 untuk musim 2025/2026 berubah secara signifikan, dengan seluruh klub perserta bermain total 27 pertandingan semusim. Kini, PT LIB melalui kanal media sosial mereka telah memberikan penjelasan lebih detil mengenai format baru tersebut.

Sebagai pengingat, Liga 2 2025/2026 diikuti oleh 20 klub peserta yang terbagi menjadi wilayah barat dan timur, masing-masing beranggotakan 10 klub. Dengan kata lain, wilayah tengah seperti yang ada di Liga 2 2024/2025 ditiadakan.

Kemudian format liga bakal jauh lebih sederhana ketimbang penyelenggaraan dua musim sebelumnya. Jika sebelumnya ada fase grup kedua di setengah akhir musim untuk penentuan peserta babak final, playoff promosi dan degradasi, kini babak final, playoff dan degradasi langsung diselenggarakan setelah fase liga usai.

Di akhir musim, juara masing-masing wilayah otomatis promosi ke Liga 1 dan bakal berhadapan di babak final. Sementara peringkat dua masing-masing grup bakal berhadapan dalam playoff promosi untuk berebut tiket naik kasta ketiga.

Sementara itu klub di peringkat ke-10 masing-masing wilayah otomatis angkat koper ke Liga Nusantara. Peringkat ke-9 masing-masing wilayah bakal bertemu dalam playoff degradasi untuk berebut kesempatan tinggal di Liga 2.

Yang menjadi sorotan, Liga 2 musim depan menggunakan sistem triple round-robin, dengan kata lain setiap klub di masing-masing wilayah bakal bertemu tiga kali. Jadi setiap klub bakal menjalani satu laga kandang (home), satu laga tandang (away), dan satu laga antara kandang atau tandang.

Kini PT LIB telah mengeluarkan prosedur untuk menentukan hak kandang di putaran ketiga. Seluruh tim bakal punya jatah kandang-tandang yang sama, namun ada ketentuan khusus untuk menentukan jumlah pertandingan kandang.

“Setelah menjalani dua putaran, setiap klub akan menjalani sembilan laga di putaran ketiga. Klub di peringkat pertama hingga kelima punya hak bermain kandang lima kali dan tandang empat kali. Sementara klub di peringkat enam hingga sepuluh akan bermain kandang empat kali dan lima kali,” bunyi pernyataan resmi PT LIB.

Dengan kata lain, posisi klub saat fase home dan away selesai bakal menentukan berapa kali mereka bermain kandang. Klub papan atas bakal dihadiahi hak bermain kandang sedikit lebih banyak, sehingga mereka dapat bermain di hadapan publik sendiri lebih sering.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Pegadaian Liga 2 (@liga2match)

Format ini dipilih agar kompetisi dapat berlangsung lebih lama, dan tidak terlalu cepat selesai seperti dua musim sebelumnya. Sebagai pengingat, Liga 2 dan Liga Nusantara usai lebih dulu pada Februari lalu, sementara Liga 1 dan Liga 4 Nasional sama-sama selesai pada Mei.

“Format baru memastikan setiap klub menjalani pertandingan yang lebih banyak dan durasi kompetisi lebih panjang. Persaingan diharapkan menjadi lebih adil dan kompetitif,” jelas PT LIB.

Sebagai perbandingan, total pertandingan yang dapat dijalani klub pada Liga 2 musim lalu berkisar antara 20 hingga 24 pertandingan tergantung penempatan grup di fase permulaan dan penyisihan promosi/degradasi, tidak termasuk babak final dan playoff. Sehingga tidak hanya selesai lebih dini, jumlah total pertandingan setiap tim dapat berbeda-beda.

Sebagai contoh Persela Lamongan yang lolos ke penyisihan promosi menjalani total 20 pertandingan, sementara Persibo Bojonegoro yang jatuh ke penentuan degradasi bermain 22 pertandingan musim lalu. Persikas Subang yang bernasib sama dengan Persibo menjadi salah satu klub yang bermain paling sering, dengan total menjalani 24 pertandingan.

Nantinya dengan format baru, seluruh klub akan bermain 27 pertandingan, tidak termasuk final dan playoff. Sehingga seluruh tim dipastikan bermain dengan jumlah laga yang sama, dan dengan jeda waktu tidak terlalu panjang. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Persikas Subang #pt lib #degradasi #Liga 2 #persibo bojonegoro #persela lamongan #playoff #liga nusantara #format liga 1 #format baru #media sosial #Liga 2 2025 #liga 1 #Promosi