RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Ramadhan Sananta menjadi pemain Indonesia berikutnya yang memulai hidup baru di luar negeri musim depan setelah menandatangani kontrak baru dengan klub asal Brunei Darussalam, Duli Pengiran Muda Mahkota (DPMM) FC. Sebelumnya, Ramadhan digadang-gadang masih berkutat di Liga 1, dengan berbagai klub papan atas ingin memboyong jasanya dari Persis Solo.
“DPMM FC telah memenuhi kuota pemain ASEAN dengan merekrut Ramadhan Sananta untuk musim depan. Keluarga Ramadhan juga ikut pindah ke Brunei,” papar klub milik putra mahkota Kesultanan Brunei, Pangeran Al-Muhtadee Billah tersebut dalam rilis resmi mereka.
Uniknya, DPMM FC sedang dalam proses berpindah liga saat mengamankan jasa Sananta. Bahkan urusan klub asal ibukota Brunei, Bandar Seri Begawan tersebut juga berganda, karena kompetisi belum selesai.
Saat ini DPMM FC tinggal menyisakan satu pertandingan di Singapore Premier League (Liga Singapura) berhadapan dengan Hougang United. Saat ini DPMM FC berada di posisi ke-6 dari 9 tim partisipan, tepat di atas lawannya.
Tidak hanya itu DPMM FC juga bakal berebut tiket final Piala Singapura dengan Lion City Sailors yang baru saja kembali dari final Asian Champions League 2. Setelah kompetisi berakhir, DPMM bakal angkat koper menuju Malaysian Super League (Liga Malaysia). Bahkan alkisah, DPMM FC hampir berkompetisi di Indonesia dan bergabung ke Liga 1.
Bagian 1: Akar di Negeri Jiran, Pindah ke Singapura dan Larangan Bermain Bola
Status DPMM FC sebagai tim lintas negara berakar pada keikut sertaan tim sepak bola Brunei Darussalam (juga dengan nama Brunei) di Liga Malaysia pada era 70an, berhubung pada saat itu negara kesultanan tersebut belum memiliki liga sepak bola sendiri. DPMM sendiri baru terbentuk pada 1994 sebagai klub tingkat universitas, dan berubah menjadi klub profesional tahun 2000.
Lima tahun kemudian, DPMM FC menggantikan klub Brunei, yang saat itu berada di divisi 2 Liga Malaysia. Namun setelah empat tahun berkecimpung di Liga Malaysia, DPMM FC terpaksa pindah lapak ke Liga Singapura karena asosiasi sepak bola Brunei saat itu, BAFA dibubarkan paksa oleh Kesultanan Brunei karena tidak mengirim hasil rapat tahunan mereka.
Kiprah awal DPMM FC di Negeri Merlion juga tidak berjalan mulus. Sehubungan dengan pembubaran paksa BAFA dan pembentukan asosiasi pengganti oleh kesultanan, FIFA menghukum BAFA larangan beraktivitas dalam sepak bola dengan dalih campur tangan pemerintah.
Sepak bola di Brunei Darussalam baru hidup kembali pada 2011 setelah FIFA mengakui asosiasi sepak bola Brunei saat ini, FABD sebagai anggota mereka. Dengan keputusan ini, DPMM FC juga dibolehkan kembali bertanding di Liga Singapura pada 2012.
Bagian 2: Hampir Mendarat di Nusantara!
Namun setelah memenangkan Liga Singapura pada 2015, kebijakan operator liga untuk mengurangi kuota pemain asing dan memperbanyak pemain muda menyebabkan DPMM FC mengancam pindah liga. DPMM mulai bersurat menyatakan ketertarikan untuk berpartisipasi di Liga Malaysia, Liga Thailand dan bahkan Liga Indonesia.
Namun berbagai alasan mencegah DPMM pindah liga hingga 2023. Asosiasi sepak bola Malaysia (FAM) dan operator Liga Malaysia menysaratkan DPMM wajib bermarkas di Malaysia dan menurunkan mayoritas pemain Malaysia, sementara menurut Sekretaris Jenderal PSSI kala itu, Ratu Tisha Destria, perbandingan jenjang dan struktur liga membuat mereka kesulitan menempatkan DPMM di Liga 1 atau divisi di bawahnya.
Di era pandemi, karena adanya pembatasan perjalanan ke luar negeri, DPMM FC akhirnya kembali ke liga negeri sendiri, serta membentuk tim junior bernama DPMM II. Baru pada 2023 DPMM FC dapat kembali bermain di Liga Singapura, sementara DPMM II difokuskan untuk mengembangkan pemain di Liga Brunei Darussalam.
Bagian 3: Kembali ke Malaysia
Setelah tiga musim di Singapura, DPMM FC kembali melobi FAM untuk mencoba kembali bermain di Malaysian Super League. DPMM mengkonfirmasi bahwa negosiasi berjalan baik, termasuk persyaratan untuk berpartisipasi di liga tersebut.
Salah satu yang terlah disetujui, DPMM FC tetap bermarkas di Bandar Seri Begawan. Sebagai gantinya, biaya perjalanan dan akomodasi tim yang bertandang ke Brunei Darussalam ditanggung oleh DPMM FC. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana