RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Persiku Kudus punya kesempatan untuk menyalip Persekat Tegal di klasemen Grup J playoff degradasi Liga 2 setelah Persekat ditaklukkan oleh Persibo Bojonegoro 2-1 pada awal pekan ini (17/2). Sayangnya, bagi Persiku, Persewar Waropen mengingatkan pada mereka, bahwa tugas mereka tidak semudah itu dalam laga Kamis sore (20/2).
Mampir ke kandang Persewar di Stadion Mandala Jayapura, Persiku datang dengan keadaan segar bugar setelah meraih kemenangan 1-0 dari Gresik United di hadapan publik sendiri (13/2) dan libur seminggu. Meskipun, telah resmi turun kasta, Persewar juga datang dengan pede setelah nyaris menahan imbang Gresik United 1-2 (16/2).
Di luar dugaan, Persewar Waropen mampu tancap gas sejak menit awal, memaksa kedua tim saling berkunjung ke kotak penalti satu sama lain dan berjibaku dalam waktu lama. Namun, serangan Persewar masih bisa disetop Macan Muria (julukan Persiku), pun demikian dengan peluang Persiku yang sering terbang di atas gawang.
Persiku hampir saja mencetak gol di menit ke-56 setelah Chandra Waskito sukses melewati lini belakang Persewar, termasuk kiper mantan pelapis Persibo, Adzib Al-Hakim. Sayangnya, tendangan Chandra melenceng beberapa sentimeter dari gawang.
Kemudian, di menit ke-77 giliran Elvateeh Akhada yang mencoba peruntungan melawan Adzib. Kali ini Adzib berhasil memenangkan duel, dan bola bergulir menjauh dari gawang meskipun dapat melewati kedua tangannya.
Jelang akhir pertandingan akhirnya Mutiara Bakau (julukan Persewar) dapat menaikkan tempo serangan dan membuat lini belakang Persiku kelabakan, namun gol juga masih belum tercipta. Daud Irfan Kararbo sempat membuka peluang untuk Persewar di menit ke-83, sayang tendangannya meleceng serta gagal dijemput oleh Yulyan Tjoe yang berada di seberangnya.
Hingga akhir pertandingan, tidak ada satupun gol yang bersarang di kedua gawang masing-masing kubu berkat penampilan apik dari Adzib untuk Persewar dan Lutfi Masrohan untuk Persiku, serta serangan kedua belah pihak yang sering berujung tendangan yang mudah dibaca. Namun, jelang bubaran Persewar mendapat kesempatan emas setelah Lutfi tidak sengaja menendang kepala Salvador Ayomi saat berduel di depan gawang.
Atas tindakannya, Lutfi diganjar kartu kuning oleh wasit. Namun, Lutfi langsung membayar kesalahannya dengan menggagalkan penalti yang dieksekusi oleh Alberto Yumame, membuat pertandingan berakhir dengan skor kacamata.
Dengan hasil ini, tidak hanya Persiku harus berbagi satu poin dengan Persewar, mereka juga gagal menyalip Persekat di puncak klasemen Grup J. Selain memiliki poin sama persis dengan Persekat dengan raihan 13 poin, Macan Muria juga tertinggal satu gol dari Laskar Kalinyamat (julukan Persekat).
Nasib Persiku dan Persekat kini bergantung di laga terakhir, di mana mereka berdua dipaksa saling bunuh di Stadion Wergu Wetan (25/2). Selain menentukan posisi akhir mereka di klasemen akhir Grup J, salah satu dari mereka masih berpotensi terpeleset ke duel peringkat ketiga jika kalah dari satu sama lain.
Hal ini tentu menjadi angin segar bagi Persibo plus Gresik United, yang akan bertarung dalam derby hidup-mati Jumat esok (21/2). Siapa pun yang memenangkan partai ini bakal dipastikan setidaknya finish di urutan tiga klasemen akhir, sementara yang kalah bakal terdegradasi ke Liga Nusantara.
Bagi Persibo sendiri, laga ini tidak hanya menjadi rintangan terbesar untuk meloloskan diri dari jerat degradasi, tapi juga kesempatan mendekatkan diri menuju zona aman. Di samping menjaga martabat di hadapan publik sendiri di Stadion Letjend Soedirman (SLS). Jika kalah dalam pertandingan kali ini, maka Persibo otomatis terjungkal ke Liga Nusantara karena hanya dapat finish dengan total maksimal 12 poin, Gresik United dapat finish dengan total maksimal 14 poin, dan siapapun yang kalah antara Persekat atau Persiku masih aman karena telah menabung 13 poin untuk minimal finish di posisi ketiga.
Jika pertandingan berakhir seri, maka Laskar Angling Dharma (julukan Persibo) wajib berpesta gol di Stadion Mandala Jayapura di saat bersamaan dengan pertandingan Persiku melawan Persekat (25/2). Setidaknya, penggawa Persibo perlu unggul tiga gol dari Persewar agar dapat mengungguli selisih gol Persiku, atau empat gol jika juga ingin menyalip Persekat.
Namun, jika Laskar Angling Dharma dapat unggul dari Laskar Joko Samudro (julukan Gresik United), maka tidak hanya Persibo dapat mengamankan minimal posisi ketiga klasemen akhir, tapi mereka juga bakal mengecilkan jarak dengan Persiku dan Persekat menjadi hanya satu poin. Jika penggawa Persibo dapat memenangkan laga melawan Persewar, maka Laskar Angling Dharma dapat menyalip siapa pun yang kalah di partai Persiku melawan Persekat, atau bahkan dapat mencuri puncak klasemen akhir bila derby Jawa Tengah tersebut berakhir imbang. (edo/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana