RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Laga sengit antara Persela Lamongan vs Persijap Jepara terjadi di babak 8 besar grup Y Liga 2, Selasa (18/2) sore. Kedua tim sama-sama memperebutkan tiket perebutan ketiga untuk promosi ke Liga 1. Sebelumnya, Bhayangkara Presisi FC telah mendapatkan tiket perdana, disusul PSIM Jogja kemarin (17/2).
Jalan Pertandingan
Babak pertama berjalan dengan tempo tinggi. Dengan permainan spartan yang ditunjukkan Laskar Joko Tingkir membuat beberapa peluang tercipta, meskipun belum berbuah gol.
Petaka menimpa anak asuh Zulkifli Syukur. Pada menit ke-20, Persela harus bermain dengan 10 pemain setelah kiper mereka menerima kartu merah akibat pelanggaran keras.
Meski begitu, Persela tetap mencoba menekan dengan serangan direct dan bola-bola atas, yang beberapa kali mengancam gawang Persijap lewat ujung tombak Ezequiel Ndouasel.
Persijap berhasil unggul terlebih dahulu dengan skor 1-0 atas Persela. Gol ini tercipta pada menit ke-38 melalui kaki Rosalvo, yang memanfaatkan kelengahan lini pertahanan Persela ketika terjadi kemelut.
Memasuki babak kedua, Persela mulai kehilangan ritme permainan setelah menit ke-50. Serangan yang dibangun melalui sayap beberapa kali menemui kebuntuan akibat kokohnya lini belakang Persijap.
Kesalahan umpan dari Persela juga berakibat fatal, di mana salah satunya hampir berujung gol bagi Persijap. Peluang emas melalui Zulham Zamrun pada menit ke-62 dalam skema serangan balik 3 lawan 2. Sayangnya, tendangan Zulham masih melebar dari gawang Persela.
Untuk mengubah permainan, Persela melakukan pergantian pemain dengan memasukkan Samsul Arif menggantikan Ezequiel Ndouasel pada menit ke-65.
Masuknya Samsul memberikan perubahan signifikan dengan lebih menekankan permainan bola bawah yang lebih atraktif yang dikomandoi Gelandang energik Lee Yujun dan Do-Hyun Kim. Meski begitu, Persela masih kesulitan menembus pertahanan lawan.
Pertandingan masih berlangsung dengan tensi tinggi, dan kedua tim terus berusaha mencari celah untuk mencetak gol tambahan.
Laga ditunda pada menit ke 78' karena flare menyala di dalam stadion hingga membuat pandangan di atas lapangan terbatas. (kam/bgs)
Editor : Hakam Alghivari