RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Bhayangkara FC resmi kembali merumput di Liga 1 musim depan setelah mengamankan satu poin ekstra dari Persijap Jepara dalam laga yang berakhir imbang tanpa gol di Gelora Bumi Kartini Jepara Rabu (12/2). Meskipun hanya mengoleksi sembilan poin, The Guardians (julukan Bhayangkara FC) unggul tiga poin plus head to head dari Persijap, serta masih memuncaki klasemen sementara Grup Y.
Dengan hasil tersebut, Bhayangkara FC cukup bermain santai saat menghadapi PSKC Cimahi di kandang mereka, Stadion Pakansari Bogor Selasa mendatang (18/2). Sementara itu, jika ingin lolos sebagai juara Grup Y, Laskar Kalinyamat (julukan Persijap) wajib menang 5-0 dari Persela Lamongan di Gelora Bumi Kartini untuk melompati problematika head to head dengan Bhayangkara FC, dan Bhayangkara FC harus dikalahkan oleh PSKC Cimahi.
Di sisi lain, Persijap juga masih bisa kecolongan tiket menuju penentuan tempat ketiga, karena masing-masing antara Persijap, PSKC, dan Persela hanya terpaut satu poin. Jika Persijap tidak berhasil menang melawan Laskar Joko Tingkir (julukan Persela) dan PSKC dapat mengalahkan Bhayangkara FC, apapun hasil yang diraih Persela, Laskar Sangkuriang (julukan PSKC) bakal sukses mencuri tiket perebutan tempat ketiga dari Persijap.
Tugas Persela untuk menuju perebutan tempat ketiga bahkan lebih berat lagi. Tidak hanya mereka harus menang melawan Persijap, tapi publik Lamongan juga perlu berdoa agar Bhayangkara FC minimal ditahan imbang oleh PSKC. Dengan demikian, Laskar Joko Tingkir dapat menyalip PSKC sekligus Persijap dan mengamankan tiket perebutan tempat ketiga untuk berebut satu tiket promosi terakhir.
Sementara itu di Grup X, meskipun PSIM Yogyakarta unggul jauh dari rival mereka, mereka masih perlu membungkus tiket final Liga 2 melalui acara saling bunuh melawan PSPS Pekanbaru pada Senin depan (17/2). Secara mengejutkan, PSPS membuka asa untuk naik kasta ke Liga 1 setelah sukses menjegal Persiraja Banda Aceh di kandang sendiri, Stadion Kaharuddin Nasution Selasa lalu (11/2).
Dalam pertandingan melawan Persiraja, Askar Bertuah (julukan PSPS) tampil dominan di hadapan publik sendiri, namun kesulitan menembus pertahanan klub asal Banda Aceh tersebut. Akhirnya di menit ke-72, Noriki Takada mencetak satu-satunya gol di pertandingan tersebut setelah memenangkan duel udara di depan gawang Persiraja.
Sementara itu, PSIM menjalani laga relatif mudah melawan Deltras FC di Gelora Delta Sidoarjo pada Rabu sore (12/2). Meskipun Emerson Carioca membuka keunggulan lebih dulu di menit ke-28, Laskar Mataram (julukan PSIM) melancarkan serangan balik melalui Sunni Hizbullah di menit ke-70, plus brace yang dicetak oleh Raffinha di menit ke-82 dan 88.
Dengan hasil ini, PSIM secara teknis hanya perlu bermain santai, namun tidak boleh lengah ketika berhadapan dengan PSIM. Untuk menjaga posisi puncak klasemen, PSIM hanya perlu minimal imbang, bahkan kalah pun tidak mengapa. Namun jika PSIM dapat dipukul dengan selisih minimal tiga gol (0-3, 1-4 dan seterusnya), PSPS Pekanbaru bakal jadi maling tiket Liga 1 tersukses musim ini, menggusur PSIM ke posisi kedua.
Sementara itu, Deltras dipastikan menetap di Liga 2 musim depan. Kemudian berhubung Persiraja kalah head to head dengan PSPS, satu-satunya harapan untuk berada di posisi kedua klasemen akhir Grup X adalah menang 5-0 dari Deltras FC, dan PSPS dikalahkan oleh PSIM. (edo/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana