BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Persibo kembali menerima hasil negatif pada pertandingan di Liga 2. The Giant Killer menelan kekalahan dari Persipal Palu pada Sabtu lalu (14/12). Sehingga, tak sedikit suporter Persibo menyesalkan pergantian pelatih dan menilai menjadi salah satu penyebab performa Persibo menurun.
Mengingat klub kebanggaan masyarakat Bojonegoro di bawah Pelatih Kahudi Wahyu itu telah dua kali gagal curi tiga poin. Bahkan, Persibo kini turun ke peringkat kedua di bawah Persela dengan raihan 20 poin.
Sebab, diketahui sebelum ada pergantian pelatih, Persibo mampu tampil meyakinkan bersama Pelatih Regi Aditya. Bahkan, menjadi pemuncak klasemen sementara.
Anggota elemen suporter Drago Tifoso Curva Nord Nofian Faridhotan mengatakan banyak faktor kekalahan Persibo. Selain faktor pelatih, juga faktor pemain yang merasa kurang nyaman berada di tim.
Nofian mengaku ada isu beredar banyak pemain Persibo akan pindah klub. Juga ada pemain baru yang dibawa pelatih baru ke tim. Dampaknya chemistry antarpemain tampak renggang.
’’Mau diakui atau tidak, ada masalah didalam manajemen yang perlu segera dibenahi demi menjaga peluang lolos ke Liga 1 musim depan. Namun, itupun kalau manajemen benar-benar serius,” ujarnya.
Anggota DTCN lainnya Agus Aam mengatakan kecewa dengan pergantian pelatih yang dilakukan Persibo. Dampaknya permainan klub bermarkas di Stadion Letjend Soedirman (SLS) terlihat tidak berkarakter dan kurang motivasi. ’’Pertandingan selanjutnya harus berbenah dan meraih tiga poin,” ungkapnya.
Pengamat sepak bola Boy Singgih mengatakan pergantian pelatih membuat tim harus kembali dari nol lagi. Mulai dari formasi baru, pemahaman taktik baru, dan mencari komposisi pemain baru.
Namun, disayangkan pergantian perlatih terjadi di tengah kompetisi berjalan. Tentu rawan untuk melakukan perubahan sebesar itu. ’’Pelatih harus segera menemukan formula yang sesuai dengan kondisi Persibo. Juga memanfaatkan bursa transfer untuk memperbaiki performa,” ungkapnya. (irv/bgs)
Editor : Hakam Alghivari