BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Kekalahan perdana Persibo di kandang Stadion Letjend Soedirman (SLS) akhirnya terjadi. The Giant Killer tumbang di kendang dan harus mengakui keunggulan Persipura dengan skor 2-3 pada pertandingan kemarin (1/12).
Kekalahan perdana tersebut terjadi di laga pertama klub kebanggaan masyarakat Bojonegoro di bawah pelatih Kahudi Wahyu. Bahkan, kekalahan perdana di kandang tersebut memicu kekecewaan dari pendukung Persibo.
Pelatih Persibo Kahudi Wahyu mengatakan, jika bicara sepak bola, maka ada menang kalah. Namun, jika membahas taktik, maka setiap tim pasti memiliki rencana permainan. Di pertandingan melawan Persipura, rencana permainan yang sudah dibuat hanya berjalan 10 persen. ’’Itulah proses adaptasi,” ungkapnya.
Menurut Kahudi, tidak boleh saling menyalahkan. Ke depan akan ada evaluasi terkait pemain yang mengikuti sistem dan tidak. ’’Yang ada hanya evaluasi dan evaluasi,” ujarnya. Kahudi mengaku berterima kasih kepada semua pemain.
Pertandingan berlangsung seru dan banyak peluang yang didapatkan. ’’Menang ujian, kalah ujian, dan seri juga ujian. Namun, bagaimana kami mengevaluasi diri agar pertandingan selanjutnya meraih hasil lebih baik,” jelasnya.
Kahudi meminta waktu. Terlebih, melihat beberapa hal perlu dievaluasi dalam pertandingan melawan tim asal Papua tersebut. Jajaran pelatih dan pemain bersama-sama untuk melakukan perbaikan sehingga ke depan mendapatkan hasil lebih baik.
Terkait Diandra Diaz yang biasa berposisi gelandang, tetapi dimainkan di bek kanan, Kahudi mengaku dihadapkan dalam situasi tidak menguntungkan. Sebenarnya, Alfin Tuasalamony yang berposisi bek kanan kondisinya hingga Sabtu lalu (30/11) belum siap bermain.
Sedangkan, pilihan pemain lain di bek kanan tidak ada. Sementara, Diandra Diaz dulu pernah bermain di posisi bek sayap. ’’Tidak mungkin saya mengubah situasi tersebut dalam waktu singkat,” ungkapnya.
Pemain Persibo Lerby Eliandry mengatakan, kekalahan ini tentu bukan hasil yang diinginkan para pemain. Namun, bakal berbenah. Terlebih pelatih dan pemain memiliki mental petarung dan beri kesempatan untuk bekerja. ’’Kami berjanji akan memberikan yang terbaik untuk Persibo,” ungkapnya.
Persipura Berhasil Balas Dendam
Sementara itu, Persipura berhasil membalaskan dendam kekalahan di putaran pertama Liga 2. Mutiara Hitam mengalahkan Persibo yang berstatus tuan rumah di SLS dengan skor 2-3. Kemenangan tersebut diraih dengan kerja sama para pemain dan konsep bermain telah dibangun.
Pelatih Persipura Ricardo Salampessy mengatakan, target bisa dicapai dengan meraih poin penuh. Tentu melalui kerja sama luar biasa dari para pemain. ’’Menjadi hal yang baik untuk kami merapatkan posisi ke papan atas klasemen,” ungkapnya.
Ricardo menjelaskan, hasil positif ini tidak lepas dari dukungan keluarga, masyarakat Papua, juga para suporter Persipura. Menurut Ricardo Persipura termotivasi ingin membalas kekalahan di putaran pertama.
Selain itu, para pemain menunjukkan progres baik dari pertandingan ke pertandingan. Walau sebelumnya keteteran, tetapi saat ini percaya diri dengan konsep bermain yang sudah dibangun. ’’'Sehingga, para pemain yakin meraih poin penuh di laga kontra Persibo,” jelasnya.
Pemain Persipura Ramai Rumakiek mengatakan, terima kasih kepada Tuhan dan masyarakat Papua yang sudah mendukung dari rumah. Sehingga, mampu mencuri tiga poin di laga tandang. ’’Kemenangan ini kami persembahkan untuk masyarakat Papua," jelasnya. (irv/bgs)
Editor : Hakam Alghivari