BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bojonegoro menggelar tes fisik bagi atlet yang masuk pemusatan latihan cabang (puslatcab). Tes fisik kepada 500 atlet dari 42 cabang olahraga (cabor) tersebut berlangsung sejak Jumat (22/11) hingga Minggu (24/11).
Tes berlangsung di GOR SMAN 3 Bojonegoro itu digelar untuk menghimpun data kondisi fisik atlet. Wakil Ketua KONI Bojonegoro Tonny Ade Irawan mengatakan, tes fisik dilakukan kepada atlet yang diusulkan cabang olahraga (cabor) masuk puslatcab.
Tes tersebut menjadi bagian dari persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun depan di Malang. ’’Jadi, ini tes awal untuk persiapan Porprov,” katanya. Tonny menjelaskan melalui tes tersebut KONI akan memiliki data awal kondisi atlet. Di antaranya VO2Max, kebugaran, serta daya tahan setiap atlet.
Setelah tes fisik, para atlet akan menjalani latihan fisik bersama pelatih masing-masing cabor sudah diberikan pelatihan pelatih fisik beberapa waktu lalu. Menurut Tonny, pada akhir Desember mendatang para atlet puslatcab kembali dites fisik dengan materi yang sama.
Sehingga, ke depan bisa dilihat perbandingan kondisi atlet sebelum dan setelah mengikuti latihan fisik. Data perbandingan tersebut menjadi pertimbangan layak tidaknya atlet masuk dalam pemusatan latihan kabupaten (puslatkab).
Koordinator tes fisik atlet puslatcab KONI Bojonegoro Ika Yuliana menjelaskan, standar tes fisik yang dilakukan adalah mengikuti standar tes yang dilakukan di pemusatan latihan daerah (puslatda). Atlet dari 42 cabor akan dibagi ke dalam kelompok olahraga kelincahan dan kecepatan, bela diri, akurasi atau ketepatan, air serta taktik atau body builder.
’’Untuk olahraga taktik seperti catur dan e-sport akan dilakukan tes psikologi dan beberapa tes fisik ringan,” ungkapnya Mantan atlet nasional panahan tersebut menjelaskan, setiap atlet menjalani tes dalam kurun waktu sekitar dua jam.
Mulai dari beep test, flexibilty, hover atau core, hingga russian twist yang masing-masing berbeda untuk atlet putra dan putri. Ika mengaku, dengan menggelar tes tersebut, KONI mengetahui kondisi awal fisik masing-masing atlet dan perkembangan setelah masuk puslatcab.
Terlebih untuk berpretasi atlet harus mempunyai fisik yang standar saat turun di sebuah pertandingan. ’’Kalau tekniknya bagus, tapi ketahanan fisiknya kurang, tentu di pertandingan hasilnya tidak akan maksimal,” tegasnya. (irv/bgs)
Editor : Hakam Alghivari