BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Tren positif lima kemenangan beruntun yang diraih Persibo Bojonegoro tidak terlepas dari pemain kunci.
Taher Jahanbakhsh dinilai menjadi pemain kunci The Giant Killer selama Liga 2 bergulir. Terlebih banyak berpengaruh baik dalam setiap laga.
Secara statistik pemain berpaspor Iran itu sudah terlibat dalam empat gol klub kebanggaan masyarakat Bojonegoro. Tepatnya mencetak tiga gol dan menyumbang satu umpan berbuah gol. Juga dua kali meraih player of the macth (pemain terbaik laga). Tepatnya pada laga kontra Gresik United dan Persela.
Padahal pemain berusia 34 tahun tersebut merupakan pemain belakang. Namun, selain kokoh menjaga pertahanan, juga aktif ikut menyerang. Terutama pada situasi bola mati, baik tendangan bebas maupun sepak pojok.
Pemain Persibo Taher Jahanbakhsh mengatakan, bukan hanya dirinya, namun tim bermain dengan baik. Juga suporter yang sudah mendukung Persibo. Terlebih nama Persibo lebih besar dibanding nama pemain.
‘’Semua pemain dalam tim bermain dengan luar biasa. Juga mencoba menunjukkan performa terbaik,” jelasnya.
Pengamat sepak bola Boy Singgih mengatakan, Taher menjadi pemain yang menonjol di beberapa pertandingan Persibo. Taher tampil bagus, solid di belakang berduet dengan Otavio Dutra.
‘’Taher dan Dutra benar-benar kokoh di lini belakang,” jelasnya.
Menurut Boy pemain pernah memperkuat Persipal Palu FC tersebut berbahaya saat ikut membantu serangan. Terutama saat Persibo mendapatkan bola mati. Terbukti dengan beberapa gol yang dicetak melalui skema bola mati, baik tendangan bebas maupun sepak pojok.
Selain itu, Taher sering memberikan instruksi bagi pemain di lapangan. Sehingga terlihat seperti sosok leader (pemimpin) di lini belakang. (irv/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana