RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Hasil imbang 0-0 yang diraih timnas Australia saat melawan timnas Indonesia pada kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di Gelora Bung Karno (10/9) memberikan banyak kerugian bagi tim asal Negeri Kanguru tersebut. Selain harus mengawali sepertiga awal kualifikasi Piala Dunia tanpa kemenangan, kini Socceroos (julukan timnas Australia) juga kehilangan pelatih mereka, Graham Arnold yang memutuskan mundur.
Mundurnya Arnold resmi diumumkan pada Jumat pagi (20/9) melalui statemen resmi Socceroos.
“Arnold telah memberitahukan pengunduran dirinya seminggu sebelumnya, dengan restu dari petinggi Football Australia (federasi sepak bola setempat),” bunyi statemen tersebut.
CEO Football Australia James Johnson menyampaikan terima kasih atas jasa Arnold selama menjabat.
“Di bawah kepemimpinan Arnold, kami berhasil meraih prestasi yang membawa nama harum Australia di kancah dunia,” ujar Johnson.
Namun James juga tidak mau terlalu lama membiarkan kursi pelatih Socceroos kosong.
“Meskipun kami bersedih Arnold meninggalkan kami, hal ini sudah biasa dalam sepak bola. Kami akan segera menunjuk pelatih baru untuk menjaga kesetabilan tim, menimbang kami akan segera melanjutkan perjalanan di kualifikasi Piala Dunia,” lanjutnya.
Selama menjabat pelatih sejak 2018, Arnold berhasil membawa Australia meraih beberapa catatan apik di pentas internasional. Dirinya berhasil membawa Australia U-23 mengikuti Olimpiade Tokyo 2020 meskipun tersisih di babak grup, kemudian dengan skuad yang relatif sama, Arnold membawa timnas Australia senior hingga babak 16 besar di Piala Dunia 2022 Qatar, menyamai prestasi pada Piala Dunia 2006 Jerman.
Namun tahun 2024 menjadi musim "kesialan" Arnold. Setelah terhenti di babak perempat final Asian Cup 2023 di tangan Korea Selatan, secara mengejutkan Australia U-23 pulang lebih awal di fase grup Asian Cup U-23 2024 sekaligus gagal mengikuti Olimpiade Paris 2024, dengan kekalahan 0-1 dari Indonesia U-23 (18/4) menjadi faktor kunci tersingkirnya Olyroos (julukan Australia U-23).
Puncaknya, pada putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 lalu, Australia terpaksa menelan kekalahan 0-1 dari Bahrain (5/9) akibat gol bunuh diri. Kemudian terpaksa berbagi poin dengan Indonesia lima hari setelahnya. Praktis, Arnold memutuskan untuk mundur dari kursi pelatih setelah berkaca pada hasil yang diraih sepanjang musim tahun ini.
Arnold sendiri telah berpikir untuk mundur usai laga melawan Indonesia.
“Setelah melawan Indonesia saya berkata akan mengambil keputusan. Dan setelah berpikir panjang, saya lebih baik diganti demi kebaikan diri saya sendiri dan timnas,” jelasnya.
Selain itu, kekalahan pada Asian Cup 2023 lalu juga menjadi pertimbangan Arnold untuk mundur.
“Jujur saja, saya merasa kesusahan sejak kalah di Asian Cup, berhubung saya pede bisa membawa pulang trofi saat itu. Enam bulan terakhir saya berusaha meyakinkan diri untuk tetap melatih, tapi saya tetap merasa tidak enak hati,” ungkap pelatih asal Sydney tersebut.
Meskipun demikian, Arnold tetap bangga atas prestasi yang diraih anak asuhnya, serta melihat ada perkembangan sepak bola Australia sejak menjabat.
“Melihat tim ini bertumbuh kembang dan saling bersaudara, membuat negara kami bersorak di Qatar pada 2022 lalu yang jadi titik tertinggi karir saya,” jelas Arnold.
Mundurnya Arnold menasbihkan namanya sebagai pelatih Australia terlama, dengan total masa bakti 72 laga dalam tujuh tahun. Sebelum menjabat pada 2018 hingga sekarang, Arnold pernah melatih Socceroos sejak menggantikan Guus Hiddink pada 2006, hingga mundur usai Piala Asia 2007.
Arnold mencatatkan total kemenangan terbanyak selama menjabat sebagai pelatih timnas Australia, dengan total 43 kemenangan. 18 laga di bawah asuhannya berakhir kekalahan, dan 11 sisanya berakhir imbang, termasuk saat melawan timnas Indonesia lalu. (edo/cho)
Editor : Yuan Edo Ramadhana