BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Tim dari PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai penyelenggara kompetisi Liga 2 menginspeksi Stadion Letjend Soedirman (SLS) pada Sabtu lalu (27/7). Hasilnya, lapangan SLS kurang lebar, belum sesuai standard.
Kepala Bidang (Kabid) Infrastruktur, Keselamatan, dan Keamanan PSSI Adi Nugroho mengatakan, dalam rangka menyiapkan tuan rumah Liga 2, tim PSSI dan PT LIB selaku operator kompetisi mengecek intrastruktur SLS.
Antara lain akses, sirkulasi keselamatan dan keamanan, hingga area kompetisi. Seperti ruang ganti, lapangan, maupun lampu stadion. Adi menjelaskan, untuk rumput lapangan secara umum baik, hijau, dan rata.
Namun, untuk lebar lapangan masih 100 meter x 60 meter. Sehingga, bisa disesuaikan dengan standard, yakni 110 meter x 68 meter. ’’Masih bisa digeser (garis lapangan),” ungkapnya. Selain itu, perbaikan akses atau pintu masuk. Sehingga, penonton lebih leluasa masuk ke tribun.
Juga akses pemain perlu terpisah dengan tamu VVIP hingga penambahan pagar atau barikade. Terkait siap atau layak menggelar kompetisi, Adi mengaku dikembalikan ke panpel. Terlebih pihaknya hanya mengecek dan memberikan catatan maupun rekomendasi untuk persiapan pagelaran Liga 2.
Menurut Adi, rekomendasi lainnya berupa penataan kawasan. Seperi akses masuk dan parkir kendaraan, lokasi UMKM, dan tiket masih manual bisa diberlakukan tiker elektronik. Sehingga, penjualan tiket secara online, tidak dijual secara langsung di stadion untuk memecah kerumunan. (irv/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana