Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Liga Champions Asia dan Piala AFC Dirombak Total, Indonesia Dapat Jatah Dua Kursi dan Miliaran Hadiah Awal

Yuan Edo Ramadhana • Jumat, 21 Juni 2024 | 04:10 WIB
Liga Champions Asia dan Piala AFC telah berubah nama, dan kini dibuka pula kompetisi baru. (Dok. AFC)
Liga Champions Asia dan Piala AFC telah berubah nama, dan kini dibuka pula kompetisi baru. (Dok. AFC)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Putaran kedua final Liga Champions Asia antara Al Ain dan Yokohama Marinos lalu (25/5) menandai akhir era lama kompetisi klub tingkat benua Asia yang diselenggarakan oleh asosiasi sepak bola Asia atau AFC. Dengan berakhirnya Liga Champions Asia musim 2023-2024, AFC resmi meluncurkan format baru untuk Liga Champions Asia dan Piala AFC, serta dua kompetisi baru.

Restrukturisasi format ini membuat kompetisi klub sepak bola Asia serupa dengan kompetisi tingkat Eropa, yang terdiri dari Champions League (UCL), Europa League (UEL), dan Conference League (UECL). Mulai musim 2024-2025 mendatang, Liga Champions Asia memiliki label ekstra, menjadi AFC Champions League Elite (ACLE). Sementara, Piala AFC berubah nama menjadi AFC Champions League 2 (ACL2).

Kompetisi baru pertama yang diperkenalkan oleh AFC adalah AFC Challenge Cup (ACGL) dengan kedudukan kompetisi di bawah ACL2, serupa dengan UECL yang berada di bawah UEL. Sementara, kompetisi baru kedua adalah Liga Champions Asia Putri atau secara resmi AFC Women’s Champions League (AWCL).

Format kompetisi baru ini telah diumumkan sejak Desember 2022 lalu dan disetujui oleh komite eksekutif (Exco) AFC pada Augstus 2023. Menurut presiden AFC Shaikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa, perubahan format kompetisi dilakukan untuk meningkatkan persaingan dan kualitas antar klub Asia, serta meningkatkan kesejahteraan melalui kenaikan nilai hadiah bagi para juara.

“Kami menegaskan cita-cita dan janji kami agar klub dan pemain Asia dapat berprestasi di tingkat dunia melalui investasi ulang dalam kompetisi antar klub sebagai wadah perkembangan anggota kami. Selain itu, kami juga meyakini perubahan format dan pembiayaan kompetisi dapat meningkatkan persaingan dan kualitas pertandingan klub Asia,” terang Shaikh Salman saat menyetujui format baru pada Agustus 2023 lalu.

Berapa Hadiah Yang Tersedia?

Tentu janji tersebut bukan hanya janji belaka. Dalam rilis resmi AFC, klub peserta fase grup ACLE akan diberi hadiah awal USD 800 ribu, kurang lebih Rp 13,175 miliar. Kemudian, peserta fase grup ACL2 akan mengantongi hadiah awal sebesar USD 300 ribu atau sekitar Rp 4,94 miliar. Dan, peserta fase grup ACGL akan diberi hadiah awal sebesar USD 100 ribu, kurang lebih setara Rp 1,65 miliar.

Seiring perjalanan klub peserta di ketiga ajang tersebut, hadiah yang diperoleh akan terus bertambah. Juara ACLE dijanjikan dapat mengantongi minimal USD 12 juta atau kurang lebih Rp 197,6 miliar. Kemudian, juara ACL2 berpotensi mengantongi setidaknya USD 3,28 juta (sekitar Rp 54 miliar) dan juara ACGL akan mendapat setidaknya USD 1,3 juta (sekitar Rp 21,4 miliar).

Format Baru Kompetisi

Baik ACLE, ACL2, maupun ACGL akan memperkenalkan format grup baru dibanding dengan gelaran ACL dan Piala AFC sebelumnya. Jika sebelumnya pembagian grup dilakukan tanpa pemisahan sehingga klub Timur Tengah dapat langsung bertemu dengan klub Asia Timur, mulai kompetisi mendatang kompetisi akan dibagi ke dalam dua wilayah, yakni Barat dan Timur.

Pemisahan wilayah juga berlaku pada babak 16 besar untuk seluruh kompetisi. Namun, mulai babak perempat final, seluruh peserta ACLE akan kembali digabung ke dalam satu pot untuk penentuan drawing babak tersebut. Sementara, ACL2 dan ACGL tetap memberlakukan pemisahan wilayah hingga pemenang semifinal Barat dan Timur bertemu di babak final.
 
Selain itu, fase grup ACL2 dan ACGL juga tetap menggunakan format grup round robin seperti sedia kala, sementara fase grup ACLE akan mengadopsi format liga, dengan klub peserta akan menjalani empat laga home dan empat laga away dengan lawan yang berbeda-beda di setiap laga. Fase grup ACLE terdiri dari liga Barat dan Timur dengan anggota 12 klub di masing-masing liga.
 
Sementara itu, 32 peserta ACL2 akan dibagi menjadi empat grup di zona Barat dan empat grup di zona Timur, dengan setiap grup beranggotakan empat klub. Setidaknya untuk musim depan, 18 peserta ACGL akan terbagi ke dalam tiga grup di zona Barat dan dua grup di zona Timur. Tiap grup di zona Barat beranggotakan empat klub, sementara masing-masing grup di zona Timur beranggotakan tiga klub.
 
Di ACLE, delapan tim teratas liga Barat dan Timur akan lolos ke babak 16 besar, dengan tim tersisa langsung angkat koper. Begitu pula dengan ACL2, dua tim teratas di masing-masing grup melanjutkan perjalananan ke babak 16 besar. Sementara di ACGL, kejuaraan langsung berlanjut ke babak perempat final, dengan peserta terdiri dari seluruh juara grup, seluruh runner-up zona Timur, serta runner-up terbaik dari zona Barat.
 
Babak 16 besar hingga semifinal seluruh kompetisi akan berlangsung dengan format dua putaran kandang-tandang, sementara babak final hanya terdiri dari satu putaran. Selain itu, untuk ACLE, babak perempat final hingga final akan diselenggarakan di satu negara tuan rumah. Arab Saudi telah ditunjuk sebagai tuan rumah final ACLE untuk musim 2025 dan 2026.

Siapa Saja Peserta Dari Indonesia?

Untuk musim 2024-2025, Indonesia tidak mendapat jatah kuota ACLE. Namun, Indonesia memiliki masing-masing satu kuota lolos ke ACL2 dan ACGL.
 
Di ACL2, Persib Bandung selaku juara Liga 1 2023/2024 mewakili Indonesia di zona Timur. Sementara itu, Madura United selaku runner-up Liga 1 2023/2024 mewakili Indonesia di zona Timur ACGL.
 
Sedianya, baik Persib Bandung dan Madura United masuk ke dalam jalur playoff masing-masing kompetisi. Namun rilis AFC pada 19 Juni lalu menyatakan kedua tim lolos langsung ke masing-masing kompetisi, bersama dengan beberapa klub Asia Tenggara lain.
 
Dengan ini pula, Persib Bandung dan Madura United juga dapat langsung mengantongi hadiah awal lolos fase grup, dengan Persib mendapat USD 300 ribu (sekitar Rp 4,94 miliar) dan Madura United mendapat USD 100 ribu (sekitar Rp 1,65 miliar). Tentu jika kedua tim dapat lolos ke fase berikutnya, jumlah hadiah akan terus bertambah.
 
Di ACGL, Madura United akan menghadapi dua klub di anatara Shan United (Myanmar), Preah Khan Reach Svay Rieng (Kamboja), Tainan City (Taiwan), Young Elephants (Laos), dan juara Liga Mongolia yang masih berlangsung. Liga Mongolia dijadwalkan berakhir pada 30 Juni mendatang.
 
Sementara itu, Persib Bandung harus bersiap melawan calon lawan yang jauh lebih berat. Selain Persib, pot zona Timur ACL2 terdiri dari Sanfrecce Hiroshima (Jepang), Jeonbuk Hyundai Motors (Korea), Zhejiang FC (Tiongkok), Port FC (Thailand), Sydney FC (Australia), Selangor FC (Malaysia), Lee Man dan Eastern FC (Hong Kong), Lion City Sailors dan Tampine Rovers (Singapura), serta dua perwakilan Vietnam dan Filipina yang belum ditentukan, menunggu usainya liga masing-masing kedua negara tersebut. Selain itu, klub yang kalah dalam pertandingan playoff antara Shandong Taishan (Tiongkok) melawan Bangkok United (Thailand) akan masuk ke dalam pot Timur ACL2.
 
Drawing liga ACLE dan drawing grup ACL2 dijadwalkan berlangsung pada 16 Agustus 2024 mendatang. Sementara drawing grup ACGL dilaksanakan seminggu setelahnya pada 22 Agustus 2024. (edo/bgs)
 
Editor : Yuan Edo Ramadhana
#timur tengah #indonesia #asia timur #madura united #asia #liga champions #afc #port fc #challenge #persib bandung #liga #afc champions league #piala afc #liga champions asia