LAMONGAN, Radar Lamongan - Skuad Persela memulai persiapan jelang menjamu FC Bekasi City di Stadion Tuban Sport Center, Sabtu (13/7). Empat tim di grup Y babak 12 besar Liga 2 bermain imbang. Persela menahan imbang 0-0 tuan rumah Malut United, serta FC Bekasi City hanya bermain imbang 1-1 melawan Deltras FC. Hasil itu menunjukkan jika kekuatan tim di grup Y cukup merata.
Head Coach Persela, Djadjang Nurdjaman menilai, FC Bekasi City bukan tim yang mudah untuk ditaklukkan. Laskar Kuda Hitam – julukan FC Bekasi City merupakan tim kuat, dengan materi pemain yang bagus. Salah satunya eks striker Persib dan Bhayangkara FC, Ezechiel Aliadjim N’Douassel yang sejauh ini berhasil mengemas delapan gol.
Pemain berkewarganegaraan Chad ini dikenal dengan julukan King Eze yang cukup diwaspadai oleh tim lawan. Djanur mengatakan, semua pemain diwaspadai, tapi ada beberapa yang perlu diantisipasi lebih yakni Ezechiel. Menurut dia, lini depan FC Bekasi City cukup kuat. Bahkan mereka berhasil mengemas 26 poin dalam babak penyisihan sebelumnya.
‘’Saya sudah sampaikan ke pemain, dan semoga mereka bisa menjalankan strategi dengan baik ketika di lapangan,” harap pelatih 64 tahun itu.
Djanur menjelaskan, kemarin hanya latihan ringan sekaligus me-refresh hasil pertandingan sebelumnya. Pemain masih memiliki motivasi yang cukup untuk melanjutkan laga berikutnya. Dan secara mental cukup baik, sehingga fokus tiga hari ke depan akan dibenahi beberapa lini yang masih dinilai kurang.
‘’Insya Allah waktunya cukup, akan kita maksimalkan untuk recovery dan perbaikan agar bisa tampil maksimal di laga home nanti,” ucapnya.
Djanur menuturkan, pemain tidak memiliki waktu lebih untuk istirahat karena harus segera persiapan. Sebab, waktu normal untuk persiapan hanya empat hari, sebelum menjamu FC Bekasi City.
‘’Ini laga home pertama di babak 12 besar, kita tahu kekuatan lawan di grup Y, tapi tetap optimistis untuk menang,” ujar pelatih kelahiran 30 Maret 1959 itu. (rka/ind)
Editor : Hakam Alghivari