BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Keikutsertaan Persibo pada Liga 3 musim ini belum jelas. Klub kebanggan masyarakat Bojonegoro tersebut belum mendaftar hingga pukul 16.30 Minggu (15/10). Padahal kemarin menjadi waktu terakhir pendaftaran.
Elemen suporter mendesak Persibo membenahi manajemen terlebih dulu. Tentu dengan melakukan pergantian. Kondisi manajemen yang masih amburadul dan minim persiapan tim membuat peluang berprestasi pada kompetisi tahun ini kecil.
Koordinator Suporter Persibo Bersatu Arif Setiawan mengatakan jika masih di bawah manajemen saat ini, lebih baik Persibo tak mengikuti kompetisi. Terlebih dengan persiapan yang mendadak peluang untuk naik kasta sangat kecil.
‘’Pasti hanya akan menjadi peserta tanpa meraih prestasi,” ungkapnya.
Arif meminta kompetisi tahun ini Persibo fokus untuk membenahi manajemen. Terpenting adalah pergantian manajemen dengan menyerahkan Persibo ke pemkab terlebih dulu. Kemudian pemkab bisa menfasilitasi pembentukan manajemen baru.
Menurut Arif daripada mengikuti kompetisi, lebih penting menata Persibo. Mulai dari aspek legalitas, pembinaan usia dini, hingga fasilitas. Sehingga persiapan untuk mengikuti kompetisi berikutnya lebih matang.
‘’Kami harus berpikir lebih jauh ke depan,” ungkapnya.
Sekretaris Asprov PSSI Jatim Djoko Tetuko mengatakan bahwa hingga kemarin sekitar pukul 17.30, baru 38 klub mendaftar Liga 3 Jatim tahun ini.
Setelah pendaftaram ditutup kemarin malam, rapat dengan exco komite kompetisis Asprov PSSI bakal digelar. Tentu untuk membahas grouping dan calon tuan rumah.
‘’Juga proses mengajukan izin ke kepolisian,” ungkapnya.
CEO Persibo Abdullah Umar dan Manajer Persibo Sally Atyasasmi belum bisa dikonfirmasi terkait keikutsertaan Laskar Angling Dharma pada Liga 3 Jatim musim ini. Ketika dihubungi melalui telepon me-reject (menolak). (irv/zim)
Editor : Hakam Alghivari