Sengitnya pertandingan babak penyisihan futsal Kemerdekaan Bupati Cup 2023 membuat empat tim harus menentukan nasib, tersingkir atau lolos ke 16 besar, melalui drama adu penalti. SMAN 1 Bluluk mengalahkan SMAN 1 Kembangbahu setelah tiga penendangnya sukses mengeksekusi tendangan dari titik putih. Sementara penendang SMAN 1 Kembangbahu hanya mampu menjebol dua kali gawang SMAN 1 Bluluk. Adu penalti itu dilakukan setelah kedua tim bermain tanpa gol.
Pelatih futsal SMAN 1 Bluluk, Mashuri, mengatakan, sejak awal dirinya memrediksi bisa menang. Namun sejumlah peluang dibuang sia-sia, sehingga terjadi adu tendangan penalti. ‘’Sudah memrediksi paling jelek adalah tendangan penalti,’’ ujarnya.
Sehari sebelum pembukaan turnamen, Mashuri melatih lima penendang. ‘’Besok (hari ini, Red) lawan SMAN Babat. Mudah-mudahan minimal bisa membuat perlawanan,’’ ujarnya.
Hasil imbang kacamata juga terjadi saat SMAN 1 Ngimbang melawan SMK Wahas Maduran. SMAN 1 Ngimbang akhirnya menang adu penalti dengan skor 3 - 2.
Pelatih SMAN 1 Ngimbang, Aris Abidin, mengatakan, pertandingan kemarin cukup menegangkan dan tensi tinggi. Antusias suporter juga dinilai sangat bagus. ‘’Sangat seru dan menegangkan adu penalti ini,’’ katanya.
Dia berharap turnamen ini bisa membuat bakat-bakat pemain muda berkembang dengan baik. ‘’Selanjutnya kami beri yag terbaik untuk SMAN 1 Ngimbang,’’ ucapnya. (sip/yan)
Editor : Eka Fitria Mellinia