RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Memenangi sayembara lomba menulis surat kepada Presiden RI, Nuril Istiqomah bakal diundang ke Istana Negara. Siswi Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) Blora tersebut berhasil mengalahkan 46 pesaingnya se-Kabupaten Blora.
Nuril mengatakan, tema yang diangkat dalam tulisannya tentang ucapan dan harapan terkait dirinya bisa bersekolah dengan tanpa biaya dalam program pemerintah pusat yaitu Sekolah Rakyat.
’’Di situ saya tulis rasa berterima kasih saya kepada Bapak Prabowo Subianto atas program yang mendirikan sekolah rakyat dengan tanpa mengeluarkan biaya sepeser pun,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.
Nuril mengaku, dirinya juga hobi menulis serta membaca novel. ’’Iya, kalau senggang gitu suka nulis-nulis. Selain itu, juga baca-baca novel. Jadinya saya ikut lomba ini dan alhamdulillah menang,” ujarnya.
Nuril akui senang atas pencapaiannya itu. Ia tak menyangka bisa memenangkan lomba tersebut. ’’Gak nyangka aja bisa menang. Karena ini pengalaman pertama saya dan alhamdulillah bisa menang,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SRMA Blora Tri Yuli Setyoningrum menjelaskan, awalnya dirinya mendapat informasi dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan setempat terkait lomba tersebut. ’’Kemudian, saya teruskan ke para siswa. Dan, semua anak didik disini saya anjurkan untuk ikut menulis,” jelasnya.
Menurutnya, selama MPLS berlangsung, pihaknya mencoba mengarahkan dan mengasah anak didiknya untuk bisa menulis surat. ’’Jadi, pada waktu MPLS waktu itu ada jam khusus. Satu setengah jam anak-anak dibawa ke kelas, kemudian guru bahasa Indonesia menerangkan tentang teknik menulis surat,” ujarnya.
’’Kemudian, semua anak menulis. Nah, setelah itu oleh guru bahasa Indonesia dan juga kesiswaan diseleksi, kira-kira yang pantas untuk diikutkan yang mana,” imbuhnya. Tri Yuli pun merasa bangga anak didiknya bisa memenangkan lomba tersebut.
Sebab, bisa bersaing dengan sekolah-sekolah favorit lainnya. ’’Juara satu kami, juara dua SMA Randublatung, dan juara tiga SMA 1 Blora. Alhamdulillah, bisa bersaing dengan SMA-SMA favorit di sini,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan, Nuril mendapatkan beberapa hadiah sebagai penunjang pendidikannya. ’’Kalau reward-nya kebetulan waktu itu pada hari anak nasional diundang ke GOR dalam rangka peringatan. Nuril diminta membacakan suratnya. Kemudian, ada juga uang pembinaan dari Dinas Perpustakaan Kearsipan dan juga dari Bunda Literasi,’’ ujarnya.
Terkait diundang ke Istana, ia menyebut hal itu sudah ada obrolan sebelumnya dari Bupati. ’’Iya, jadi yang ke istana itu kebetulan Pak Bupati kenal baik dengan staf Kemensos. Kemudian staf Kemensos memberi informasi kepada Pak Bupati bahwa murid kami akan diundang ke istana. Namun, suratnya sampai hari ini belum kami terima,” jelasnya. (hul/bgs)
Editor : Bhagas Dani Purwoko