‘’Main badminton malam karena paginya sibuk. Jadi jarang olahraga pagi,’’ ujar bapak tiga anak ini.
Menurut dia, berolahraga menggunakan raket itu untuk menjaga kebugaran badan. Jika menang dalam permainan yang dibatasi dengan net itu, maka bakal bermain lagi. ‘’Kalau kalah main dua kali, tidak mesti. Tapi kalau empat set, masih kuat,’’ kata laki - laki 48 tahun ini.
Menurut Imam, karena banyak kesibukan, jadwal kegiatan harus disusun. Dia mengajar MA Ma'arif di Sunan Drajat Paciran. Imam juga mengajar SMK di Yayasan Sunan Drajat, Sidomulyo, Kecamatan Dukun, Gresik, yayasan yang diketuainya.
Setiap Selasa dan Rabu, pukul 14.00 – 17.00, Imam menjadi dosen sejarah peradaban islam di Insud Paciran. Aktivitas lainnya, mengurus partai.
‘’Terpenting kerja itu tanggung jawab dan jujur,’’ kata Sekretaris Umum Yayasan Keluarga Besar Keturunan Raden Qosim Sunan Drajat ini.
Dia mengaku membiasakan bangun pagi, mengatur kegiatan rumah hingga anak-anaknya berangkat sekolah. Setelah itu, baru berangkat mengajar. ‘’Konsep hidup itu seperti itu. Di jalan mau berangkat berdoa dulu, menjalankan tugas juga dengan ikhlas, semua disyukuri,’’ ujarnya. (sip/yan) Editor : M. Yusuf Purwanto