MENULIS bukan sekadar kegiatan biasa bagi Chyntia Intan. Menulis jurnal pribadi atau journaling menjadi sarana Chyntia menuangkan perasaan, pikiran, hingga refleksi keseharian. Tentu buku catatan pribadi menjadi media mahasiswi bimbingan dan konseling (BK) tersebut menulis.
Chyntia mulai menulis jurnal pribadi sejak duduk dibangku perkuliahan. Awalnya hanya iseng mencoba, tapi lama-kelamaan menjadi kebiasaan yang dilakukan setiap malam sebelum tidur.
Menulis jurnal tersebut menjadi ruang Chyntia untuk berbicara dengan diri sendiri. Sebagai mahasiswa BK, mengetahui pentingnya kesadaran diri dan regulasi emosi. Sehingga jurnal pribadi menjadi cara praktis untuk melatih hal itu secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.
‘’Merasa lebih tenang dan lebih memahami diri sendiri. Juga bisa melihat pertumbuhan diri saya dari waktu ke waktu ketika membaca tulisan lama,” ungkap mahasiswi Unugiri Bojonegoro itu.
Bukan tanpa kendala, Chyntia tentu pernah merasa malas menulis jurnal pribadi. Juga tidak tahu harus menulis apa, terutama saat sedang sangat lelah atau pikiran sedang kosong.
Dengan menulis jurnal pribadi Chyntia ingin membangun kebiasaan refleksi diri yang kuat. Terlebih percaya seorang konselor yang baik harus mengenal dirinya sendiri terlebih dahulu sebelum membantu orang lain.
‘’Jangka panjangnya, ingin journaling menjadi salah satu praktik self-care yang bisa direkomendasikan kepada konseli saya kelak,” jelasnya mahasiswi 21 tahun itu. (irv/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana