VOLI bukan sekadar olahraga bagi Puput Novia Wulandari. Tapi, menjadi sarana Puput untuk menekankan persaudaran, bukan permusuhan. Walau selama pertandingan ada dua tim yang saling berlawanan.
Puput awalnya menekuni bola voli sebagai pemain. Namun kini fokus menjadi wasit setelah mengambil lisensi wasit tingkat daerah pada 2024 lalu. Sebagai wasit mahasiswi 20 tahun tersebut bisa mencintai voli dari sudut pandang yang lebih bijaksana.
‘’Menjaga sportivitas pertandingan,” ungkap mahasiswi Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) Bojonegoro.
Tantangan yang dihadapi Puput ketika menjadi wasit harus terus berkonsentrasi sepanjang pertandingan. Demi menegakkan aturan yang adil. Meski terkadang dianggap sabagai musuh oleh tim yang merasa dirugikan.
‘’Dukanya harus siap menjadi musuh bagi tim yang merasa dirugikan,” jelas mahasiswi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) tersebut.
Sebagai wasit Puput ingin memperluas dan memperdalam ilmu di dalam bola voli. Dari awalnya menjadi sosok yang mencari kemenangan, menjadi sosok yang menjamin kebenaran di lapangan. (irv/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana