MAHASISWI asal Desa Bumiayu, Kecamatan Baureno membuktikan, bahwa keterbatasan bukan alasan berhenti mengejar cita-cita. Selain kuliah, ia bekerja sebagai host live streaming dan berjualan makanan untuk mencukupi kebutuhan kuliah.
Profesi sebagai host ia mulai tiga hari sebelum Ramadan, memanfaatkan kemampuan berbicara dan pengalaman kerja sebelumnya di berbagai bidang. Untuk menyeimbangkan kuliah dan dua pekerjaan, Fitri menjalani hari-harinya dengan disiplin.
“Saya kerja di dua tempat, jadi harus pintar-pintar bagi waktu. Jam 04.00 Subuh sudah bangun, jualan sebelum kuliah, malamnya baru live,” ujarnya. Awal menjadi host live bukan hal mudah. Fitri mengaku, grogi dan kaku di depan kamera.
“Awal live itu grogi banget, badan gemetar, dan keringat dingin. Tiga hari pertama sempat ingin resign,” katanya.
Namun, demi biaya kuliah, ia bertahan dan belajar dari berbagai video hingga lebih percaya diri. “Alhamdulillah, sekarang banyak yang suka cara live saya, karena bisa memosisikan diri di tiap generasi,” tambahnya.
Kini tinggal di kos agar lebih mudah beraktivitas, Fitri berharap kisahnya bisa menginspirasi mahasiswa lain. “Tetap semangat kuliah sambil mencoba hal baru. Di situ pasti ada jalan keluar,” pesannya. (dan/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana