Di tengah kesibukan kuliah semester lima Jurusan Farmasi Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri), Elis Faiqotul Kamelia tetap menaruh hatinya pada seni teater. Perempuan asal Desa Cangaan, Kecamatan Kanor, itu tumbuh sebagai sosok yang nyaman bergerak di dua dunia sekaligus: farmasi dan seni.
Kecintaannya pada teater berawal sejak bangku SMA. Saat itu ia mengikuti ujian praktik drama Jawa dan mendapat peran sebagai pengisi suara. “Saya kebagian voiceover waktu ujian praktik drama Jawa,” kenangnya.
Pengalaman sederhana itu justru menumbuhkan rasa ingin tahu lebih dalam terhadap seni peran.Ketertarikannya semakin kuat ketika memasuki bangku kuliah. Saat mengikuti PKKMB pada 2023, Elis mengetahui keberadaan UKM Teater Lintanggiri. “Saya tahu ada namanya UKM teater pas PKKMB 2023,” ujarnya.
Baru awal bergabung, ia langsung diajak menonton pertunjukan Sandilara dari UNS yang digelar di IKIP. Pengalaman itu meninggalkan kesan mendalam dan membuatnya ingin serius berproses.
Tidak hanya di kampus, Elis juga pernah terlibat dalam kesenian tradisi. “Saya pernah ikut sandur, terutama Sandur Sedet Srepet,” tuturnya. Pengalaman tersebut memperkaya pandangannya tentang ragam teater, baik modern maupun tradisi.
Meski kini aktivitas akademik semakin padat, Elis tetap berusaha menjaga kesenian dalam hidupnya. “Sekarang fokus di perkuliahan farmasi karena ingin masuk sekolah profesi apoteker,” katanya.
Namun, ia memastikan bahwa seni tetap menjadi bagian dari dirinya. “Kesenian tidak lupa, masih suka menjalani ketika senggang atau berproses kembali,” tambahnya. (dan/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana