MENDAKI gunung menjadi sarana Refalin Haris Octiara untuk mengembangkan diri, mencoba pengalaman baru, hingga keluar dari zona nyaman.
Menurut Refalin, mendaki gunung bukan hanya tentang mencapai puncak. Namun belajar mengendalikan diri.
Pengalaman pertama Refalin mendaki berawal dari mendaki Kawah Ijen bersama lima temannya. Walau awalnya hanya untuk mengisi waktu luang. Namun seiring berjalannya waktu justru jatuh cinta dengan aktivitas di alam terbuka tersebut.
Refalin bahkan pernah mendaki Gunung Butak di perbatasan Kabupaten Malang dan Blitar seorang diri pada 2024 lalu. Mahasiswi asal Kecamatan Baureno tersebut ingin menikmati penjalanan sendirian. Namun kenyataan tak seindang uang dibayangkan.
Sehingga selama perjalanan memberanikan diri untuk berkenalan dengan pendaki lain yang ditemui di jalur. Tentu agar mendapat teman mendaki demi keselamatan dan kenyamanan. Pengalaman tersebut sekaligus menjadi sarana untuk mendapatkan teman baru.
‘’Juga mengasah mental melalui pengalaman langsung di alam,” ungkap mahasiswi Universitas Bojonegoro itu.
Menurut mahasiswi 20 tahun tersebut mendaki bukan hanya soal mencapai puncak, tapi belajar mengendalikan diri. Juga menekankan pentingnya tidak egois dan selalu menjaga kekompakan dengan sesama pendaki.
Terlebih alam mengajarkan banyak hal, salah satunya adalah saling peduli dan sadar bahwa keselamatan bersama jauh lebih penting dari pada ambisi pribadi.
Refalin sangat menikmati setiap momen saat merencanakan perjalanan. Baginya, proses itu bukan hanya soal menyusun rute atau menyiapkan perlengkapan, tapi juga tentang antusiasme akan pertemuan dengan orang-orang baru.
Juga senang mendengar berbagai cerita dari sesama pendaki, karena dari situlah merasa lebih terhubung, belajar banyak hal, dan memperluas sudut pandangnya terhadap hidup. Meskipun keadaan tidak selalu sesuai ekspektasi, tetap memilih untuk menikmati setiap proses dalam pendakian.
‘’Selalu enjoy menikmati saat di gunung, karena gak semuanya akan sesuai ekspektasi. Tetap nikmati walau kabut, badai, dan semacamnya,” terangnya. (wan/irv)