MENDAKI gunung mungkin sudah tak asing didengar bagi kaum milenial maupun Gen Z saat ini. Aktivitas satu ini cukup menarik dan menjadi pilihan tersendiri. Terutama bagi pecinta alam. Baik berawal dikenalkan teman atau rasa penasaran dari diri sendiri.
Karina Puji Rahayu salah satunya. Perempuan kerap disapa Karin ini mengaku sangat suka mendaki gunung. Terlebih saat ada uang dan waktu. Dia bercerita, kegiatan itu dilakukan sejak 2019. Awalnya merasa penasaran dan ingin melihat pemandangan yang bagus dari atas gunung seperti lautan awan dan hawa dinginnya.
Hingga akhirnya pada 2018 camping dengan teman sekelas di bangku SMA. "Ternyata temanku ngajak teman-temannya yang pernah naik gunung jadi diceritain. Dari situ muncul rasa penasaran naik gunung seperti apa sih," ujar perempuan domisili Kelurahan Ngroworejo, Kecamatan Kota itu.
Karin mengaku, di pendakian pertama belajar banyak hal. Mendaki tidak sekadar naik gunung. Ada ilmu dan rasa solidaritas antarpendaki sampai belajar mengendalikan emosi. Memahami ilmu navigasi tak kalah penting.
"Ilmu logistik dan perlengkapan apa saja yang wajib dibutuhkan dalam pendakian juga. Seperti tenda yang benar-benar proper, jaket, sampai sleeping bag. Makanan dan minuman juga penting. Memastikan ketersediaan makanan dan air cukup untuk seluruh perjalanan," tutur perempuan 24 tahun itu. (yna/bgs)
Editor : Bhagas Dani Purwoko