KADANG memasak hanya sekadar aktivitas harian yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pangan. Bahkan, tak jarang banyak orang memilih membeli dan menghindari memasak karena berbagai alasa.
Dari malas hingga sibuk karena pekerjaan. Namun, berbeda bagi Melin Susanti perempuan asal Desa Sobontoro, Kecamatan Balen satu ini. Di sela kesibukannya bekerja, ia selalu menyempatkan memasak.
Bukan hanya untuk makan. Tapi, juga sebagai media menenangkan pikiran. Melin mengungkapkan, telah menekuni dunia memasak sejak bekerja dan menjadi anak kos. Meski sibuk di tengah pekerjaannya sebagai staf di salah satu perusaan swasta bidang pengadaan barang dan hasa di Kota Malang.
’’Justru memasak adalah cara untuk mengatasi stress akibat lelah bekerja,” ucapnya. Menurut perempuan 30 tahun itu, memasak bukan hanya menyiapkan makanan. Memasak merupakan seni keterampilan dan wadah kreativitas.
Dari memilih menu, menentukan bahan, menyiapkan teknik, hingga menyajikan makanan dengan tampilan menarik. Baginya itu proses yang menyenangkan. ’’Banyak orang membeli makanan karena sibuk dan capek. Tapi, bagi saya memasak jadi self-reward (penghargaan atas diri sendiri) setelah bekerja keras,” tuturnya.
Terlebih, kata dia, saat melihat hasil masakan enak dan menggah selera. Namun, ia mengaku, tidak menguasi banyak menu. Hanya mencoba dan tetap berusaha berbagai variasi hidangan agar tidak bosan. (oss/yna/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana