MENJADI mahasiswa tidak melulu tentang duduk di bangku kuliah, tapi banyak pilihan yang bisa diambil. Mengembangkan bakat dan minat jadi opsi rerata mahasiswa. Seperti Silvia Rahma, mahasiswi asal Kecamatan Kepohbaru ini, menekuni dan mengembangkan keterampilannya dalam Bahasa Inggris.
Perempuan akrab disapa Silvia itu telah menaruh minta besar dalam bahasa internasional itu sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP).
Bahkan, tidak hanya belajar untuk mengembangkan. Namun, juga mengaplikasikannya secara langsung. Yakni menjadi pengajar Bahasa Inggris di beberapa lembaga bimbingan belajar (LBB).
‘’Aku mengajar Bahasa Inggris di beberapa lembaga. Ada mengajar kelas XII SMA, kelas II dan VI SD, juga kelas IV SD tapi mengajar mengaji,’’ tambah mahasiswi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (Uinsa) Surabaya itu.
Silvia mengatakan, pengembangan keterampilan tidak hanya belajar tapi juga mengajar. Berbagi ilmu baginya tidak hanya mengajarkan materi tapi juga membangun kepercayaan diri dan semangat belajar siswa.
‘’Aku sangat menikmati proses mengajar,’’ ucapnya antusias.
Tidak hanya fokus mengembangkan skill Bahasa Inggris dengan belajar dan mengajar, perempuan 19 tahun itu juga aktif terlibat dalam organisasi kemahasiswaan. Tepatnya di Himpunan Mahasiswa-Mahasiswa (Himam) Konsulat Surabaya, tujuannya memperluas wawasan. ‘’Juga, menjaring relasi dengan mahasiswa berbagai daerah,’’ tuturnya. (nnd/yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana