MEMBACA buku menjadi kebiasaan Zakiyatur Rosidah. Rutinitas itu dilakukan perempuan kelahiran Desa Wedi, Kecamatan Kapas ini setiap hari.
Kesukaannya Ida dimulai dari kebiasaan ayahnya yang selalu membawakan majalah saat ia duduk di bangku sekolah dasar (SD).
‘’Dulu mesti dibawain majalah seperti Bobo. Jadi, baca terus dan suka,” ucapnya tersenyum sambil mencicipi makanan di salah satu kafe di Jalan Lettu Syutino.
Dia melanjutkan, setelah sering membaca majalah membuatnya tertarik mengikuti beberapa kuis, seperti teka-teki silang (TTS). Bahkan, sering mendapat hadiah buku ketika memenangkan. Sehingga terkumpul beberapa buku.
‘’Dan buku-buku itu selalu aku baca samapai selesai. Bahkan, dulu juga aku buat rangkuman dari buku itu,” imbuhnya.
Kemudian, lanjut dia, membaca dan mengoleksi buku saat ini menjadi bagian dari hidupnya. Sudah memiliki perpustakaan mini di rumah. Koleksinya sekitar ratusan buku. ‘’Kalau saat ini suka novel. Genre macam-macam,” imbuhnya.
Ida mengaku paling suka sastra klasik. Seperti karya Osamu Dzai dan Ryunosuke Akutagawa. Karena dengan membaca dapat mengasah empati dan kepekaan sosial. ‘’Belajar membaca situasi juga bisa dipelajari dengan sering baca buku,” pungkas perempuan 26 tahun itu. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana