Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Lima SDN Kosong Pendaftar, Komisi C DPRD Bojonegoro Desak Evaluasi

M. Irvan Romadhon • Kamis, 18 Juni 2026 | 10:48 WIB
(AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)
(AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Sistem penerimaan murid baru (SDN) Bojonegoro menyisakan tahap pemenuhan pagu hingga 13 Juli mendatang.

Namun per kemarin (17/6) terdapat lima SDN belum mendapatkan siswa baru. Padahal pendaftaran jalur afirmasi, mutasi, keterpaduan, hingga domisili ditutup awal Juni lalu.

Komisi C DPRD Bojonegoro mendesak dinas pendidikan (disdik) melakukan evaluasi dan menganalisa faktor penyebab sekolah tersebut belum mendapatkan murid baru.

Anggota Komisi C DPRD Bojonegoro Mochlasin Affan mengatakan, sebenarnya tren penurunan peminat di SDN sudah terbaca setiap tahun menurun. Namun di sisi lain sekolah swasta justru kelebihan pendaftar atau siswa baru.

‘’Bahkan beberapa SD swasta harus inden,” ungkapnya.

Baca Juga: Sisa Pagu SPMB SDN Bojonegoro 11.319 Kursi, Bakal Diisi Lewat Pemenuhan Kuota

Affan menjelaskan, peminat SD swasta semakin meningkat dan diperebutkan. Tentu menjadi bahan evaluasi bagi dinas pendidikan. Kondisi ini menjadi peringatan dini bahwa ada penurunan kualitas dalam tanda kutip.

‘’Minat masyarakat pada sekolah negeri menurun. Beralih ke sekolah swasta berbasis agama,” jelasnya.

Affan mengaku tidak kaget dengan adanya SDN belum mendapatkan siswa baru. Tentu disdik harus secara serius mencari akar masalahnya, juga cari solusinya.

‘’Bisa jadi tata kelola belum maksimal,” ungkapnya.

Menurut Affan faktor infrasruktur atau fasilitas menjadi salah satu penyebab minat masyarakat memilih sekolah swasta. Terlebih banyak sekolah swasta memiliki fasilitas lengkap dan modern.

‘’Banyak sekolah negeri hanya memiliki gedung, tanpa infrastuktur pendukung yang memadai,” ujarnya.

Tentu fasilitas lengkap dan modern menjadi daya tarik sekolah swasta yang tidak dimiliki oleh sekolah negeri. Terutama sekolah negeri yang kekurangan siswa.

‘’Ini menjadi pekerjaan rumah (PR) disdik,” tutupnya.

Baca Juga: Radar History: Saat Siswa SDN I Donan Terpaksa Belajar tanpa Bangku Akibat Ambruknya Ruang Kelas pada 2005 Lalu

Kepala Disdik Bojonegoro Anwar Mukhtadlo belum bisa dikonfirmasi terkait adanya lima SDN yang belum mendapatkan siswa baru. Ketika dihubungi Jawa Pos Radar Bojonegoro tidak menjawab. (irv/msu) 

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#DPRD #Siswa #bojonegoro #SDN #komisi c