RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahap pertama melalui jalur domisili resmi ditutup pada Kamis (12/6) pukul 21.00 WIB.
Meski masa pendaftaran telah berakhir, sejumlah SMA negeri di Bojonegoro masih menyisakan kuota, terutama pada jalur domisili sebaran dan jalur domisili bagi lulusan tahun sebelumnya. Hasil seleksi tahap pertama dijadwalkan diumumkan hari ini (13/6).
Kepala SMAN 1 Kedungadem, Masedy Masrur, mengatakan kuota jalur domisili reguler telah terpenuhi. Namun, jalur domisili bagi lulusan tahun sebelumnya belum diminati sehingga tidak ada satu pun pendaftar.
Selain itu, kuota jalur domisili sebaran juga belum terpenuhi. Menurutnya, tidak ada lulusan SMP sederajat dari rayon yang meliputi Kecamatan Gondang, Bubulan, dan Sugihwaras yang memilih melanjutkan pendidikan ke SMAN 1 Kedungadem.
"Sisa kuota yang belum terisi nantinya akan dialokasikan pada tahap pemenuhan kuota," ujarnya.
Kondisi serupa juga terjadi di SMAN MT Bojonegoro. Kepala SMAN MT Bojonegoro, Anam Syaifuddin, menyebut kuota jalur domisili reguler telah terpenuhi.
Namun, jalur domisili sebaran masih menyisakan kursi karena tidak semua desa mengirimkan pendaftar. Jalur domisili bagi lulusan tahun sebelumnya juga belum terisi.
Sementara itu, Kepala SMAN 3 Bojonegoro, Tri Herwidyatmono, mengatakan kuota jalur domisili reguler telah terpenuhi sesuai pagu.
Namun, masih ada beberapa desa yang tidak memiliki pendaftar pada jalur domisili sebaran. "Jalur domisili untuk lulusan tahun sebelumnya juga tidak ada pendaftar," terangnya.
Berbeda dengan SMA, kuota jalur domisili di SMKN 2 Bojonegoro justru telah terpenuhi.
Kepala SMKN 2 Bojonegoro, Alim Suwantono, mengatakan sebagian besar calon murid melakukan pendaftaran secara mandiri melalui telepon genggam masing-masing sehingga jumlah pendaftar yang masuk tidak dapat dipantau secara langsung oleh sekolah.
Menurutnya, persaingan pada jalur domisili di SMK relatif tidak terlalu ketat karena alokasi kuotanya hanya 10 persen. Banyak calon murid juga masih menunggu kesempatan mendaftar melalui jalur seleksi lainnya.
"Tidak terlalu ketat. Rata-rata masih wait and see sambil menunggu jalur berikutnya," jelasnya. (irv/zim)
Editor : Bhagas Dani Purwoko