Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Banyak Kuota SPMB SMA Negeri di Bojonegoro yang Masih Kosong

M. Irvan Romadhon • Jumat, 12 Juni 2026 | 20:47 WIB
BERLANGSUNG DUA HARI: Pendaftaran SPMB SMA/SMK mulai dibuka besok (11/6), setelah pengambilan PIN berakhir kemarin (9/6). (M. IRVAN RAMADHON/RADAR BOJONEGORO)
BERLANGSUNG DUA HARI: Pendaftaran SPMB SMA/SMK mulai dibuka besok (11/6), setelah pengambilan PIN berakhir kemarin (9/6). (M. IRVAN RAMADHON/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahap pertama melalui jalur domisili resmi ditutup pada Kamis (12/6) pukul 21.00 WIB.

Meski masa pendaftaran telah berakhir, sejumlah SMA negeri di Bojonegoro masih menyisakan kuota, terutama pada jalur domisili sebaran dan jalur domisili bagi lulusan tahun sebelumnya. Hasil seleksi tahap pertama dijadwalkan diumumkan hari ini (13/6).

Kepala SMAN 1 Kedungadem, Masedy Masrur, mengatakan kuota jalur domisili reguler telah terpenuhi. Namun, jalur domisili bagi lulusan tahun sebelumnya belum diminati sehingga tidak ada satu pun pendaftar.

Selain itu, kuota jalur domisili sebaran juga belum terpenuhi. Menurutnya, tidak ada lulusan SMP sederajat dari rayon yang meliputi Kecamatan Gondang, Bubulan, dan Sugihwaras yang memilih melanjutkan pendidikan ke SMAN 1 Kedungadem.

"Sisa kuota yang belum terisi nantinya akan dialokasikan pada tahap pemenuhan kuota," ujarnya.

Baca Juga: Cabdindik Jawa Timur Bojonegoro-Tuban Ingatkan Calon Siswa SPMB SMA/SMK Untuk Siapkan Pilihan Sekolah Alternatif

Kondisi serupa juga terjadi di SMAN MT Bojonegoro. Kepala SMAN MT Bojonegoro, Anam Syaifuddin, menyebut kuota jalur domisili reguler telah terpenuhi.

Namun, jalur domisili sebaran masih menyisakan kursi karena tidak semua desa mengirimkan pendaftar. Jalur domisili bagi lulusan tahun sebelumnya juga belum terisi.

Sementara itu, Kepala SMAN 3 Bojonegoro, Tri Herwidyatmono, mengatakan kuota jalur domisili reguler telah terpenuhi sesuai pagu.

Namun, masih ada beberapa desa yang tidak memiliki pendaftar pada jalur domisili sebaran. "Jalur domisili untuk lulusan tahun sebelumnya juga tidak ada pendaftar," terangnya.

Baca Juga: Jarak Rumah Bukan Penentu Jalur Domisili SPMB SMA Bojonegoro: Pemeringkatan Calon Siswa SMA Pakai Nilai Akademik, SMK Tetap Pakai Jarak Rumah

Berbeda dengan SMA, kuota jalur domisili di SMKN 2 Bojonegoro justru telah terpenuhi.

Kepala SMKN 2 Bojonegoro, Alim Suwantono, mengatakan sebagian besar calon murid melakukan pendaftaran secara mandiri melalui telepon genggam masing-masing sehingga jumlah pendaftar yang masuk tidak dapat dipantau secara langsung oleh sekolah.

Menurutnya, persaingan pada jalur domisili di SMK relatif tidak terlalu ketat karena alokasi kuotanya hanya 10 persen. Banyak calon murid juga masih menunggu kesempatan mendaftar melalui jalur seleksi lainnya.

"Tidak terlalu ketat. Rata-rata masih wait and see sambil menunggu jalur berikutnya," jelasnya. (irv/zim) 

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#spmb #jalur domisili #sma #bojonegoro #kuota