PENGUMUMAN kelulusan SMA/SMK/MA di Bojonegoro dilakukan secara offline maupun online. Beberapa sekolah ada yang memilih mengumumkan kelulusan siswanya secara langsung di sekolah.
Namun, ada beberapa sekolah lainnya menghindari pengumuman secara langsung. Guna menghindari adanya konvoi atau aksi corat-coret seragam oleh para siswa.
Kepala SMAN 1 Sugihwaras Susanto mengatakan, pengumuman kelulusan di SMAN 1 Sugihwaras dilakukan secara online. Disampaikan melalui situsweb pada pukul 10.00 WIB. Menurutnya, selain melakukan pengumuman kelulusan secara online, pihaknya juga sudah melakukan edukasi, melarang siswa untuk datang ke sekolah dan berkonvoi.
Larangan tersebut sesuai dengan imbauan yang telah dibagikan oleh Kapolres Bojonegoro. Terkait larangan bagi siswa untuk berkonvoi atau corat-coret seragam. ’’Harapannya agar siswa berkarakter, tidak melakukan tindakan hedonis,” ujarnya.
Dikonfirmasi terpisah, siswa kelas 12 SMKN 1 Dander Azizah mengatakan, pengumuman kelulusan di sekolahnya dilakukan secara offline atau langsung di sekolah. Meski begitu, ia mengaku, tidak berminat untuk melakukan konvoi atau corat-coret seragam.
Baginya, kegiatan tersebut sudah tidak zaman lagi untuk dilakukan. ’’Norak (konvoi dan corat-coret seragam), tidak zaman,” katanya. Dia mengaku, lebih mempersiapkan diri untuk mencari pekerjaan saat ini. Sebagai bekal pemasukan saat lulus nanti.
Terlebih, ia berkeinginan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 sambil bekerja. ’’Persiapan menyambut kelulusan dengan mencari kerja. Rencananya, saya mau kuliah sambil kerja. Sudah beberapa kali interview, tapi banyak ditolak, ketika tahu mau kerja sambil kuliah,” bebernya. (ewi/bgs)
Editor : Hakam Alghivari