BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - SMP IT Insan Permata Bojonegoro terus berinovasi dan berkreasi dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kota Ledre. Melalui organisasi siswa intra sekolah (OSIS), SMP di bawah naungan Yayasan Bina Ummat Bojonegoro tersebut menggelar seminar kebangsaan di momen Ramadan ini.
Seminar kebangsaan bertema Menumbuhkan Jiwa Nasionalisme Generasi Muda tersebut berlangsung Sabtu (8/3) lalu di SMP IT Insan Permata dengan menggandeng Satgaswil Densus 88 AT. Tujuannya, memberikan wawasan kebangsaan dan sosialisasi mencegah penyebaran pola pikir yang mengarah pada ekstremisme kekerasan pada generasi muda.
Pembina Yayasan Bina Ummat Bojonegoro Darso S.Pd mengatakan, kegiatan ini berangkat dari kekhawatiran maraknya geng, preman, dan bullying di negeri ini. Apalagi jika mendongak ke atas, kejahatan yang dilakukan pejabat-pejabat negara pasti akan memunculkan kekecewaan.
’’Dari kekecewaan muncul tuntutan keadilan, dan jika tidak didapat akan berbuat sebisanya, semaunya, bahkan terpenting balas dan puas,” ungkapnya. Darso menjelaskan, atas arahan pembina mengadakan aksi, atau acara cinta tanah air dan bangsa menggandeng Satgaswil Densus 88 AT.
Terlebih secara spesifik untuk kekerasan, intoleransi sampai ke teror itu masuk wilayah Densus 88 AT. Dalam acara berlangsung, SMP IT Insan Permata mengambil narasumber AKP Umar Rustam didampingi Iptu Edi Purwanto, Aiptu Aang Hernanzah, dan Briptu Rizal beserta mantan napiter Ustaz Arif Budi Setyawan
’’Kegiatan ini diikuti oleh 17 lembaga dari pengurus OSIS se Bojonegoro,” jelasnya.
Kepala SMP IT Insan Permata Bojonegoro Ahmad Habibi Bahrul Ilmi S.Pd. mengatakan, zaman sekarang berjuang atau jihad tidak bisa diartikan harus di medan perang. Namun, jihad zaman sekarang, bagaimana mengalahkan hawa nafsu, berjihad dalam bentuk belajar sungguh-sungguh melawah kebodohan, berjihad untuk menjadi manusia baik.
’’Bermanfaat bagi orang lain di era yang penuh dengan kemajuan pesat teknologi,” ungkapnya. (*/bgs)
Editor : Hakam Alghivari