BERDASAR quick count (hitung cepat) Populi Center atau lembaga penelitian bidang kebijakan dan opini publik, Paslon Nomor 2 Setyo Wahono-Nurul Azizah menjadi pemenang Pilkada Bojonegoro 2024, sekitar 89,15 persen. Sedangkan, Paslon Nomor 1 Teguh Haryono-Farida Hidayati 10,85 persen.
‘’Hingga pukul 18.40 telah masuk suara secara quick count sebesar 100 persen,’’ kata Peneliti Populi Center Hartanto Rosojati di Hotel Aston City Bojonegoro kemarin (27/11).
Dia mengatakan, berdasar quick count dilakukan paslon 2 unggul dibanding paslon 1. Teknik atau metode digunakan yakni simple random sampling atau teknik secara acak. Dilakukan di 28 kecamatan dengan sampel sebanyak 400 dari 2.120 TPS. ‘’Tersebar di seluruh kecamatan menggunakan metode simple random sampling,’’ jelas dia.
Hasilnya, lanjut Hartanto, paslon 2 memperoleh suara sebanyak 89,15 persen sedangkan, paslon 1 sejumlah 10,85 persen. Menurutnya, hasil tersebut mendekati penghitungan KPUK. Sebab, margin error 0,23 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 99 persen. “Mungkin sudah dapat kami sampaikan yang jadi bupati dan wakil bupati adalah Paslon 2 Setyo Wahono-Nurul Azizah,” tegasnya.
Berdasar data quick count Populi Center, tiga kecamatan tertinggi dengan perolehan suara paslon 2 yakni Kecamatan Purwosari, Gayam, dan Ngambon. Masing-masing angkanya yakni 96,36 persen, 95,92 persen, dan 95,75 persen dari toal suara 100 persen.
Sekretaris Tim Pemenangan Paslon 02 Supriyanto mengaku optimistis pasangan Setyo Wahono-Nurul Azizah mampu memenangkan Pilkada Bojonegoro. Terlebih dari perhitungan internal tim pemenangan perolehan suara WahonoNurul tidak mampu terkejar. ‘’Paslon 02 meraih 89 persen suara,” ungkapnya.
Pri mengatakan, perbedaan perolahan suara yang unggul jauh merupakan kemenangan masyarakat Bojonegoro. Tentu Wahono-Nurul menjadi pemimpin yang diinginkan masyarakat Kota Ledre.
Menurut Pri, ke depan tim pemenangan paslon 02 akan segera melakukan pertemuan. Tentu untuk membahas program prioritas yang akan dijalankan. Sehingga dalam satu tahun pertama bisa bergerak cepat demi mengimplementasikan program prioritas di visi misi paslon diusung 14 partai politik tersebut.
‘’Tanpa harus melakukan adaptasi,” jelasnya
Koordinator Kampanye Tim Pemenangan Pilkada Paslon 01 Amin Thohari menegaskan, hanya berpedoman hasil rekapitulasi manual. Dan tidak memercayai hasil disampaikan di live count atau quick count yang beredar. ‘’Kami hanya meyakini rekapitulasi manual dan melihat keakuratannya. Tidak percaya live count atau quick count,’’ ujar politikus PDIP itu. (irv/yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana