BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Terdata sebanyak 2.087 pemilih baru dalam daftar pemilih tetap (DPT) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.
Berasal dari generasi Z atau berusia 17 tahun ke atas dan menggunakan hak pilih pertama kali. ‘’Ada perubahan DPT dari DPSHP (daftar pemilih sementara hasil perbaikan),’’ jelas Koordinator Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) Bojonegoro Lilik Mustafidah, Senin (23/9) malam.
Lilik menjelaskan, berdasar rekapitulasi kabupaten total DPT Pilkada 2024 sebanyak 1. 026.363 pemilih. Berkurang dari sebelumnya 1.028.635 pemilih. Rinciannya laki-laki sebelumnya 511.768 pemilih menjadi 510.516 pemilih. Sedangkan, perempuan dari 516.867 pemilih menjadi 515.846 pemilih.
Dia melanjutkan, berkurangnya jumlah pemilih disebabkan beberapa faktor. Di antaranya data ganda antarprovinsi, antarkabupaten dalam provinsi, hingga tidak memenuhi syarat (TMS) karena meninggal dunia, pindah domisili, sampai dipengaruhi lokasi khusus (loksus). ‘’Untuk loksus ini bisa terjadi data pemilih ganda. Misal tahanan dari daerah lain atau Bojonegoro sendiri. Jadi, dibuat TMS salah satunya,’’ jelas dia.
Perempuan asal Desa Ngemplak, Kecamatan Baureno itu melanjutkan, berdasar rekapitulasi DPT terdata sebanyak 4.359 pemilih dinyatakan TMS.
Sedangkan, untuk pemilih baru berasal dari pemuda berusia 17 tahun atau pemilih pemula sebanyak 2.087 pemilih.
Dan perbaikan data pemilih sejumlah 4.041 pemilih. Untuk tempat pemungutan suara (TPS) berjumlah 2.120 lokasi. ‘’Ada TPS loksus di lapas (lembaga pemasyarakatan) dan penambahan TPS regular di Desa Leran, Kecamatan Kalitidu. Karena letak geografis dan jumlah pemilih lebih dari 600 jiwa,’’ tambah dia. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana